Selasa 14 April 2020, 09:21 WIB

PUPR Alihfungsi Rusunawa di Lombok Timur untuk Isolasi Covid-19

Antara | Nusantara
PUPR Alihfungsi Rusunawa di Lombok Timur untuk Isolasi Covid-19

ANTARA/AHMAD SUBAIDI
Warga melintas dekat mural Save Earth di Lingkungan Peresak Tempit, Kelurahan Ampenan Tengah, NTB

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadikan bangunan rumah susun (Rusun) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur sebagai lokasi karantina masyarakat terjangkit virus covid-19.

"Kementerian PUPR bersama Pemda setempat menjadikan rusun DKP untuk nelayan di Kabupaten Lombok Timur sebagai tempat isolasi orang dalam pemantauan (ODP) kasus kontak covid-19," kata Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rini Dyah Mawarti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (14/4).

Rini menjelaskan pemanfaatan bangunan rusun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Nelayan untuk lokasi isolasi itu dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid tanggal 3 April 2020 kepada Bupati Lombok Timur mengenai pemanfaatan segera rusun tersebut.

Dikatakan, SNVT Perumahan NTB telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna menjadikan rusunawa ini sebagai tempat isolasi masyarakat. 

"Pemanfaatan rusunawa sebagai tempat isolasi pasien covid-19 juga sudah disetujui oleh pemerintah daerah dan warga setempat," ucapnya.

Baca juga: Komunitas Harley Davidson Tasikmalaya Sumbang APD Untuk Polisi

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Timur, Sahri menceritakan bahwa seharusnya rusunawa yang dibangun oleh Kementerian PUPR pada tahun 2016 ini dihibahkan pada 2018 lalu, tapi karena bencana gempa bumi maka serah terima tersebut ditunda.

"Rusunawa tersebut mengalami kerusakan ringan walaupun struktur bangunan masih kuat, sehingga dilakukan revitalisasi pada 2019 lalu. Kami harap tahun ini bisa segera dilakukan serah terima agar bisa segera kami kelola," ujar Sahri.

Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB, rusunawa ini dibangun sebanyak satu twinblock setinggi lima lantai. Jumlah unit hunian di rusunawa ini berjumlah 114 unit dengan ukuran hunian tipe 24.

Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penghuninya, Kementerian PUPR telah melengkapi setiap unit hunian dengan sejumlah mebel seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur.

Ruangan isolasi pasien covid-19 hanya menggunakan unit hunian di lantai 3, 4 dan 5 sebanyak 72 ruang.

Pemda pun telah membatasi akses keluar masuk rusunawa tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dan penjagaan gedung diperketat melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian.

"Dari informasi yang kami terima sampai dengan saat ini sudah ada tiga puluh satu Pasien covid-19 yang diisolasi di rusunawa tersebut. Sebagian besar warga Lombok Timur yang ditampung untuk isolasi di rusun tersebut adalah pelajar," katanya. (A-2)

Baca Juga

ANTARA

Ada Naga 38 Meter di Cap Go Meh Putussibau

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:51 WIB
Sebelum berkeliling di pusat Kota Putussibau, naga sepanjang 38 meter itu terlebih dahulu melakukan ritual di depan Klenteng atau Pekong...
MI/Mitha Meinansi

Menutup Imlek 2023 Etnis Tionghoa di Sulteng Rayakan Cap Go Meh

👤Mitha Meinansi 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:45 WIB
KOMUNITAS Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulawesi Tengah, bersuka cita dalam acara malam ramah tamah Imlek sebagai penutup dari...
Dok. DPR RI

Legislator : Waduk dan Kolam Retensi Bisa Atasi Potensi Banjir

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:30 WIB
Anggota dari Fraksi PPP itu menambahkan, pihaknya mengunjungi maros untuk memberikan dukungan agar perencanaan untuk menyelesaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya