Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Manggarai Barat Agustinus Dula mengakui minimnya fasilitas kesehatan berupa alat tes sampel darah untuk mengetahui seseorang positif Covid-19 dan laboratorium yang menguji hasil tes. Sehingga sulit mengetahui dengan cepat seorang yang meninggal dengan gejala mirip Covid-19, apakah positif atau negatif.
"Alat itu masih diupayakan. Dan pemerintah daerah sudah memikirkan itu," kata Agustinus kepada wartawan terkait meninggalnya pasien berinisial INW, pasien dalam pemantauan yang meninggal Selasa (7/4).
Agustinus Dula mengatakan Sebelumnya IWN pernah dirawat di puskesmas Labuan Bajo dan RSUD Komodo dengan status orang dalam pemantauan (ODP). Ia memiliki riwayat gangguan ginjal. INW kemudian dirujuk ke RS Siloam hingga meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen ditemukan adanya gagal ginjal kronis dan pleural pneumonia. INW dirawat di ruang isolasi UGD RS Siloam selama dalam perawatan.
Duty Manager RS Siloam mencurigai INW dan keluarga tidak memberikan informasi yang sebenarnya riwayat perjalanan pasien.
"Hal ini diketahui dari informasi salah satu perawat di IGD RS Siloam. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kelurahan Wae Kelambu, bahwa pasien INW baru tiba dari Bali pada tanggal 31 Maret 2020," jelasnya
Selanjutnya, petugas mewawancarai kembali keluarga pasien INW tentang perihal tersebut. Dan keluarga masih belum mengakui atau membenarkan informasi tersebut.
"Karena adanya perbedaan data tentang riwayat perjalanan pasien INW dari keluarga dengan data dari kelurahan Wae Kelambu, maka dr Koko malam itu melaporkan kepada dr. William yang merupakan dokter penyakit dalam sekaligus sebagai DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien). Dokter DPJP selanjutnya menetapkan pasien INW sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," terang Agustinus Dula.
Pada 5 April 2020 pukul 23.00 Wita, tim medis RS Siloam melakukan rapid test pertama dengan hasil negatif.Hasilnya kemudian dilaporkan kepada DPJP untuk menunggu instruksi lebih lanjut sambil mempersiapkan pasien INW untuk dirujuk ke RSUD Komodo. Lalu, pada 6 April 2020 pukul 04.00 Wita, kondisi pasien semakin tidak stabil. Dan, sekitar pukul 04.06 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia karena sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan radiologi RS Siloam.
baca juga: 31.202 Warga Sumsel Sudah Daftar Kartu Pra Kerja
Saat akan dilakukan pemusalaran jenazah, keluarga kemudian mengungkap perjalanan INW. Dari keterangan keluarga, INW berangkat dari Sumbawa pada 30 Maret dan tiba di Labuan Bajo pada 31 Maret 2020. Ia datang ke Labuan Bajo untuk menghadiri peresmian secara adat rumah baru anaknya, IWP di Labuan Bajo pada 7 April. Namun ia meninggal sebelum upacara adat.
Saat ini hasil swab INW sudah dikirim ke Jakarta untuk diteliti lebih lanjut. INW telah dimakamkan di Manjerite dengan menggunakan protokol pemakaman pasien Covid-19 pada 6 Maret sore. (OL-3)
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved