Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Tenaga Kerja Koperasi Usama Mikro Kecil dan Menengah (Dinnakerkop
UMKM) Banyumas, Jawa Tengah terus mendata jumlah pekerja yang di-PHK atau dirumahkan di tengah wabah virus korona baru. Kepala Dinnakerkop UMKM Banyumas Joko Wiyono mengatakan pihaknya terus memantau perkembangkan pekerja yang terkena dampak akibat merebaknya wabah Covid-19.
"Kami telah membentuk Tim Gamis Lapor (Ganyang Kemiskinan Lawan Korona) untuk terus memantau dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 terutama terhadap keberadaan para pekerja. Pendataan terus dilakukan dan nantinya akan dilaporkan ke Pemprov Jateng supaya diteruskan ke pemerintah pusat," kata Joko, Selasa (7/4).
Sekretaris Dinnakerkop UMKM Suwardi menambahkan saat ini ada 57 perusahaan di Banyumas yang terdampak wabah virus korona. "Dari 57 perusahaan tersebut, 54 di antaranya merumahkan karyawan dengan jumlah 1.222 orang. Sedangkan tiga perusahaan lainnya melakukan PHK sebanyak 19 karyawan. Pada umumnya, perusahaan yang merumahkan karyawan adalah hotel, restoran, pengelola wisata dan ada juga dari pabrik," katanya.
Dijelaskan Suwardi, selain pekerja dalam negeri, ada juga buruh migran dari berbagai negara yang dipulangkan. "Sebanyak 441 tenaga kerja Indonesia dipulangkan dari negara tempat mereka bekerja akibat merebaknya kasus Covid-19. Sejumlah negara yang memulangkan adalah Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Banyumas," ungkapnya.
Dinas, kata Suwardi, akan melaporkan ke Pemprov Jateng untuk diteruskan ke pemerintah pusat data pekerja yang mengalami PHK, dirumahkan maupun dipulangkan dari luar negeri. Mereka nantinya juga mendapat jaring pengaman sosial dari pemerintah.
"Akan disinkronisasi datanya, supaya tidak tumpang tindih pemberian atau tidak mendapatkan jaring pengaman sosial. Sebab, pemerintah pusat, pemprov dan kabupaten juga mengeluarkan jaring pengaman sosial," katanya. (R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved