Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG wisudawan program doktor atas nama M Gade meninggal dunia mendadak saat hendak diwisuda menjadi doktor di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Senin (24/2) pagi. Kematian laki-laki kelahiran 31 Desember 1959 secara mendadak mengagetkan para wisudawan maupun para keluarga wisudawan yang hadir.
Berdasarkan informasi dari kampus USU, sebelum diwisuda Rektor USU dan akhirnya meninggal dunia, M Gade sempat pingsan di ruang wisida. Ia kemudian dilarikan ke RS USU yang tidak jauh dari lokasi wisuda. Kepala Kantor Humas Promosi dan Protokoler, Elvi Sumanti menginformasikan, wisudawan yang meninggal itu adalah mahasiswa program
doktor MIPA USU kelahiran 31 Desember 1959.
Menurut Elvi, 15 menit sebelum wisuda dimulai, M Gade pingsan di tempat duduknya, sehingga wisudawan lain terkejut. Lalu panitia menghubungi rumah sakit.
"M Gade diistirahatkan di ruang lobby auditorium sambil menunggu ambulans tiba. Saat dibawa ke UGD RS USU kondisinya memburuk. Pupil mata sudah di atas maksimal. Kemudian dilaksanakan resusitasi jantung paru (RJP) oleh staf IGD, dr Fairuz dan anastesi. M Gade dinyatakan meninggal dunia pada pukul 07.56 WIB di RS USU," terang Elvi.
baca juga: Banjir Bandang di Lombok Timur, BPBD NTB Lakukan Upaya Darurat
Istri almarhum yang mendampingi wisuda menjelaskan bahwa suaminya memiliki riwayat penyakit jantung, dan dua bulan lalu mengalami stroke. Meninggalnya M Gade ini mendapat perhatian dari Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu. Ia meminta para wisudawan dan undangan untuk mengheningkan cipta sejenak untuk M Gade lulusan program doktor Ilmu Kimia Fakultas MIPA USU. Ia lulus disertasi pada 29 Januari 2020. (OL-3)
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Sebanyak 28% lulusan Universitas Prasetya Mulya tercatat telah membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved