Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah telah mengajukan permintaan tambahan pasokan gas elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (kg) sebanyak10 persen dari kuota bulanan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan gas menjelang Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020.
Kabag Perekonomian Pemkab Temanggung, Sunardi, menyebutkan kuota bulanan gas elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kg yang diterima Kabupaten Temanggung saat ini sebanyak 20 ribu tabung. Jika Pertamina meloloskan permintaan tambahan gas bersubsidi tersebut, maka daerahnya akan menerima tambahan pasokan sebanyak 2.000 tabung menjelang perayaan Nataru.
"Nanti tergantung situasi pasar. Pertamina akan langsung menyalurkan ke agen. Tapi kuotanya terbatas. Semoga daerah lain tidak membutuhkan, sehingga bisa ditambahkan ke Temanggung," ujar Sunardi, Jumat (13/12/2019).
Sebelumnya, Pemkab Temanggung juga telah meminta tambahan kuota gas saat musim panen tembakau dan Hari Raya Idul Fitri dari Bulan Juni hingga September 2019. Ketika itu Pertamina memberikan tambahan pasokan 10 persen per bulan dari kuota bulanan reguler. Tambahan itu lantaran kebutuhan gas di masyarakat meningkat cukup significant.
Adapun alokasi gas elpiji bersubsidi untuk Kabupaten Temanggung selama satu tahun ini sebanyak 666 ribu tabung. Pada tahun 2020 mendatang, Pemkab Temanggung juga akan mengajukan permintaan agar kuota gas bersubsidi naik 10 persen dari kuota tahun ini.
"Biasanya sari pertamina alokasi naik 10 persen dari realisasi," katanya.
Pada kesempatan itu, Sunardi meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri tidak menggunakan gas bersubsidi. Sebab, gas elpiji ukuran tabung 3 kg memang hanya diperuntukan bagi warga miskin. Akan tetapi karena di Temanggung belum menemukan formulasi yang tepat untuk memberlakukan subsidi tertutup gas elpiji 3 kg, sehingga gas tersebut masih dijual bebas.
baca juga: Harimau Kembali Serang Warga Hingga Tewas
Asih,32, seorang warga Kecamatan Kaloran mengaku tidak kesulitan memperoleh gas elpiji bersubsidi. Ia baru saja membeli gas 3 kg dengan harga Rp 18.500.
"Tidak kesulitan mendapat gas. Kalau di pengecer depan rumah banyak juga dan dijual seharga Rp 22 ribu per tabung. Tapi kemarin saya beli dengan harga Rp18.500 satu tabung," kata Asih. (OL-3)
Langkah tegas PT Pertamina dalam memberantas praktik pengoplosan tabung gas elpiji 3 kilogram dan distribusi BBM yang tidak sesuai peruntukan menuai apresiasi.
PERTAMINA Patra Niaga bersama Bank Indonesia berkolaborasi menerapkan sistem pembayaran digital QRIS di pangkalan gas elpiji 3 kg.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai perbedaan data antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM menjadi tanda krisis koordinasi.
"Total kita siapkan 1.120 tabung gas elpiji 3 kg, harga sesuai HET Rp18 ribu per tabung,"
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan aturan baru dalam pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg).
KELANGKAAN hingga tingginya harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di kawasan Provinsi Aceh jalan terus. Sejak tiga pekan terakhir hingga Minggu (6/7), belum ada tanda-tanda membaik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved