Minggu 07 Februari 2016, 05:45 WIB

Anak-Anak Warga Ahmadiyah tidak Aman di Sekolah

RF/Nov/X-4 | Nusantara
Anak-Anak Warga Ahmadiyah tidak Aman di Sekolah

MI/Rendy Ferdiansyah

 

PENGUSIRAN warga Ahmadiyah dari Kampung Srimenanti, Kecamatan Su ngailiat, Kabupaten Bangka, sejak Jumat (5/2), telah menyebabkan telantarnya pendidikan anak-anak dan menipisnya persediaan makanan.

Hal itu dikemukakan penasihat hukum Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Bangka, Fitria, dan juru bicara JAI Pusat, Yendra Budiana, kemarin.

"Beberapa anak tidak sekolah sejak Jumat (5/2) hingga hari ini (kemarin). Saya tidak akan menyebutkan sekolah dan nama-nama. Mereka merasa tidak aman. Saya mau mereka kembali sekolah Selasa (9/2)," kata Fitria.

Juru bicara JAI Pusat, Yendra Budiana, menambahkan pihaknya mendesak aparat keamanan memberikan perlindungan maksimal kepada warga Ahmadiyah yang kini tinggal sementara di kantor JAI setempat.

"Ada warga kami terutama laki-laki menginap di sekretariat. Mereka bertahan dengan makanan yang cukup untuk dua hari ke depan. Demi ke selamatan, mereka tidak akan keluar kantor,"ujar Yendra.

Warga Ahmadiyah yang tinggal di mes Pemkab Bangka akan kembali ke permukiman mereka di Kampung Srimenanti jika suasana berangsur-angsur aman. Sebelumnya, Jumat (5/2) warga Ahmadiyah yang terdiri atas perempuan dan anak-anak terpaksa diungsikan ke tempat aman untuk menghindari amuk massa terkait batas waktu terakhir pengusiran mereka dari warga dan Pemkab Bangka.

Menurut Yendra, pengusiran warga Ahmadiyah itu dilakukan dengan sangat teroganisasi oleh sejumlah kelompok di luar permukiman. "Kelompok-kelompok itu melakukan penekanan melalui instrumen pemerintah. Lihat saja saat batas waktu terakhir pengusiran, mereka menggelar tablik akbar penolakan Ahmadiyah di masjid tidak jauh dari permukiman warga Ahmadiyah.

"Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat mengakui pihaknya telah mendapat jaminan dari Bupati Bangka, Kapolres, dan Kepala Kementerian Agama Bangka yang tidak akan mengusir warga Ahmadiyah dari tempat tinggalnya di Srimenanti. "Karena pengusiran itu tidak ada landasan hukumnya. Kapolres akan mengayomi seluruh warga, termasuk jemaat Ahmadiyah, tidak sehari atau dua hari, tetapi seterusnya. Itu kami pegang.

"Secara terpisah, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo memastikan warga Ahmadiyah akan kembali ke rumah masing-masing. "Selama ini pemda belum maksimal melakukan pembinaan, bahkan belum dilaksanakan. Bupati sudah menyatakan akan melakukan pembinaan, sementara jemaat Ahmadiyah juga siap untuk dibina.

Baca Juga

MI/Ardi T Hardi

Kiat Sukses Petani Milenial Bertani Jahe Merah di Sruwen

👤Ardi T Hardi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:45 WIB
BAGI sebagian besar anak muda, menjadi petani bukanlah pilihan yang menarik. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Eko Susilo (32...
dok.ant

Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Ternak di Jateng Mereda

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:35 WIB
PENULARAN penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Tengah menurun dratis setelah digeber dengan vaksinasi...
DOK MI.

Polda Jateng: Kerangka Manusia di Tepi Sungai Berkelamin Laki-Laki

👤Mediaindonesia.co 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:02 WIB
Kepolisian mengidentifikasi temuan kerangka manusia di tepi Sungai Depok di Desa Pasigatan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya