Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyebabkan Sungai Londo di Kecamatan Undaan, Kudus meluap dan mengakibatkan Desa Wonosoco diterjang banjir bandang pada Senin (9/12/2019) malam. Saat ini ratusan warga, petugas dari BPBD Kudus, kepolisian dan TNI hingga jelang siang berusaha membantu warga Desa Wonosoco, dengan membersihkan sampah dan lumpur akibat banjir bandang.
Dalam waktu bersamaan hujan deras disertai angin kencang di kawasan itu tidak hanya mengakibatkan banjir bandang, tetapi juga merusak sekaligus merobohkan beberapa rumah warga di Desa Kutuk, Kecatamatan Undaan.
"Sejak pagi setelah air surut kami bahu membahu membersihkan sampah dan lumpur yang dibawa banjir di rumah-rumah warga," kata Winarno, salah seorang warga Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.
Banjir itu cukup cepat datangnya, ujar warga lain, hingga ketinggian di atas lutut orang dewasa. Namun air cepat surut.
"Sudah tiga kali desa ini dilanda banjir tahun ini," ungkapnya.
Kepala Polsek Undaan Ajun Komisaris Anwar mengatakan bencana melanda dua desa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini warga masih melakukan inventarisasi kerigian bangunan dan harta benda.
"Kita telah turunkan petugas untuk membantu meringankan beban warga," imbuhnya.
baca juga: 930 Aparat Siaga Pada Hari HAM di Jayapura Antara | Nusantara
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas mengatakan bencana banjir terjadi akibat hujan deras selama dua jam mengguyur wilayah itu. Akibatnya volume air Sungsi Londo meningkat dratis dan meluap mengakibatkan banjir di Desa Wonosoco. Sedangkan bencana angin ribut di Desa Kutuk, lanjut Bergas, mengakibatkan beberapa bangunan rumah rusak serta puluhan pohon tumbang.
"Kita terus lakukan inventarisasi kerusakan," tambahnya. (OL-3)
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved