Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGLIMA Santri Uu Ruzhanul Ulum menulai peringatan Hari Santri Nasional pada hari ini begitu istimewa. Menurutnya dengan kehadiran UU Pesantren bisa disetarakan pendidikan pesantren salafi dengan pendidikan formal.
Namun ia mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang baru dilantik dapat membentuk kementerian khusus pesantren. Karena, kementerian itu penting agar jalannya UU Pesantren bisa maksimal. Ia menjelaskan, selama ini pesantren seolah tidak terurus dengan baik oleh pemerintah. Contohnya, pesantren yang memiliki jenjang pendidikan SMP dan SMA, mendapat bantuan anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara bagi pesantren yang memiliki jenjang Tsanawiyah dan Aliyah hanya menginduk pada Kementerian Agama. Namun, pesantren salafi tentu cenderung tidak diperhatikan pemerintah.
"Jadi mumpung kabinet belum diumumkan, saya berharap ada kementerian khusus pesantren. Agar kami lebih jelas hubungannya dengan pemerintah. Kalau tidak ada fungsinya bisa tumpang tindih dengan kementerian lainnya," kata UU di Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya, Selasa (22/10/2019).
Ia mengaku telah beberapa kali berbicara masalah kementerian khusus pesantren itu saat bertemu Jokowi maupun Ma'ruf Amin. Namun, mereka p menyambut gagasan tersebut tetapi sampai sekarang kementerian khusus pesantren belum pernah diwujudkan.
baca juga: PLN Akan Beri Diskon Baterai Kendaraan Listrik 30%
"Kami meminta agar pemerintah harus bisa mengeluarkan Peraturan Pemerintah atas UU Pesantren, agar implementasi UU Pesantren tersebut dapat segera dilakukannya di setiap pondok pesantren dan lembaganya. Agar bisa disetarakannya pendidikan secara formal," ujarnya. (OL-3)
Selain membentuk dirjen pesantren Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan program unggulan seperti beasiswa santri berprestasi dan cek kesehatan gratis dirasakan manfaatnya oleh santri
Pemko Payakumbuh bersama Kemenag Kota Payakumbuh memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 dengan khidmat di halaman kantor wali kota, Rabu (22/10).
Bantuan dan beasiswa diberikan kepada para santri yatim dan duafa di sejumlah daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Upacara peringatan HSN 2025 diisi dengan pembacaan ikrar santri, pertunjukan pencak silat, penampilan Gerak dan Tari MTsN 3 Tuban, dan Drumband MTsN 1 Tuban.
“DULU waktu kita bangun tidur, cemong semua, hitam-hitam di hidung, di muka,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep, KH Miftah Faqih, saat ditemui Media Indonesia, Rabu (22/10).
SEKRETARIS Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut tragedi di Gaza, Palestina saat ini tidak akan terjadi kalau Presiden ke-1 RI Soekarno (Bung Karno) masih hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved