Jumat 27 September 2019, 06:47 WIB

Gubernur Maluku Minta Masyarakat Jangan Percaya Hoaks Gempa

Hamdi Jempot | Nusantara
Gubernur Maluku Minta Masyarakat Jangan Percaya Hoaks Gempa

Antara
Sejumlah pasien menjalani perawatan di dalam tenda darurat di teras RSUD Haulussy, Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).

 

GUBERNUR Maluku Murad Ismail meminta warga tidak panik dan tidak percaya hoaks terkait gempa di Ambon. Hal itu ditegaskan kepada wartawan saat menjenguk para korban gempa di RSUD dr. Haulussy, Ambon.

"Baiknya berlindung di bawah meja atau tempat tidur. Kalau gempa sdh tidak lagi terasa, baru segera keluar cari tempat terbuka. Kalau goncangannya kuat dan lama, baiknya mencari tempat yang lebih tinggi," kata Gubernur, Jumat (27/9).

Menurutnya, sejumlah korban yang kini dirawat di RSUD dr. Haulussy sebagian besarnya karena panik.

"Jadi tadi ada anak yang korban, tangannya patah karena tertimpa batu. Ibunya selamat, anaknya tidak selamat," ujarnya.

Dirinya berharap, sosialisasi mitigasi dan tanggap bencana harus gencar lagi dilakukan, terutama di sekolah-sekolah.

"Kita masih kurang sosialisasi. Kalau di Jepang itu, saya lihat TV, kemudian ada brosur-brosur. Ketika ada gempa, orang di dalam gedung, di dalam rumah tidak perlu lari buru-buru keluar. Dia masuk di bawah meja atau masuk di bawah tempat tidur. Karena gempa itu tidak lama. Paling lama itu 10 detik. Nanti setelah tidak ada lagi goyangan, baru dia keluar," jelasnya.

Gubernur juga meminta kepada masyarakat dan media untuk tidak tergesa-gesa menyebarkan berita yang belum tentu benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya minta kepada media-media juga, itu berita-berita hoax jangan sampai, seperti tadi ada kabar kalau jam tiga nanti ada gempa lebih besar lagi. Istri saya juga baru sms, katanya tengah malam nanti ada gempa lebih besar lagi. Janganlah kita mendahului Tuhan. Tapi mari kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan Tuhan kasih kita cobaan ini tidak berkelanjutan," tandasnya.

Terkait dengan jumlah korban jiwa akibat gempa, Gubernur mengatakan berdasarkan data BPBD Provinsi Maluku, tercatat sebanyak 23 orang korban meninggal.

"Ada 23 korban jiwa seluruh Maluku," jawabnya.

Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy, yang turut mendampingi Gubernur menambahkan, lokasi terparah yang terkena dampak gempa tektonik pada Kamis pagi adalah wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon.

"Maluku Tengah, Kecamatan Salahutu yang paling banyak. Ada di desa Liang, Waai dan Tenga-Tenga. Di desa Liang paling banyak karena ada banyak rumah roboh dan rata dengan tanah," ungkap Salampessy.

Ia menungungkapkan, masyarakat di Kecamatan Salahutu khususnya Liang, saat ini memilih mengungsi ke hutan.

"Jadi semua masyarakat yang ada di sana sudah mengungsi di kebun-kebun mereka di hutan," sambungnya.

Diakuinya, BPBD Maluku telah mengimbau agar masyarakat tidak percaya berita hoaks, bahwa akan terjadi tsunami. Hanya saja, lanju Salampessy, masyarakat memilih  mengungsi karena sebagian besar rumah mereka roboh.

"Memang kami sudah mengimbau berita itu ada hoaks, tapi karena rumah mereka sebagian besar sudah roboh, mereka ke hutan dan BPBD sudah membawa terpal untuk dikirim ke Desa Liang dan Waai," jelasnya.

Disinggung berapa banyak rumah yang rusak di Kecamatan tersebut, Salampessy mengaku sesuai data sementara sebanyak 106 rumah.

"Itu hitungan sementara. Nanti ada data resmi dari Maluku Tengah, karena itu wilayah Maluku Tengah. Tadi saya sudah komunikasi dengan Maluku Tengah, nanti kita cocokan data. Ada rapat juga nanti (hari ini Jumat) baru bisa ada data resmi terakhir," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh, mengatakan pihaknya juga telah membangun rumah sakit lapangan di Tulehu dan posko kesehatan di tiga desa yang kena dampak gempa terparah di Kecamatan Salahutu.

"Sudah dibentuk Posko kesehatan dan besok akan didistribusikan kembali obat-obatan. Tapi posko sudah dibentuk di tiga daerah yang paling parah. Bahkan di Tulehu sudah dibangun rumah sakit lapangan," terangnya.

Menurutnya, para pasien RSU Tulehu untuk sementara diungsikan ke kampus Universitas Darussalam Ambon di Tulehu. Selain karena lokasi rumah sakit berada di tepi pantai, juga karena sebagian dinding rumah sakit sudah retak-retak.

"Karena bangunannya sudah tidak aman, dan rumah sakit juga di pantai. Sementara para pasien kita bawa ke rumah sakit lapangan di Darussalam," jelasnya.

baca juga: Penanganan Rabies Butuh Lintas Sektoral

Sesuai data sementara BPBD Maluku, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 23 orang. Rinciannya korban meninggal di Kota Ambon sebanyak 6 orang, Maluku Tengah 14 orang, dan Seram Bagian Barat 3 orang. Ratusan orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sejumlah gedung kampus Unpatti, IAIN Ambon, gedung perkantoran, rumah ibadah dan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun rusak ringan akibat gempa. (OL-3)

 

Baca Juga

Antara

Kasus Aktif Covid-19 di Batam Melonjak

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:25 WIB
Didi menyatakan dari 10 orang tambahan positif hari ini, dua orang di antaranya baru datang dari...
MI/BAYU ANGGORO

Gema Pasundan Tuntut Arteria Dahlan Diberhentikan

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 20 Januari 2022, 23:10 WIB
Arteria Dahlan telah mengingkari fakta bahwa banyak orang Sunda berperan dalam pembangunan...
Antara

Vaksinasi Anak di Sukabumi Capai 62 Persen

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:49 WIB
Pada hari ini saja, jumlah pelajar sekolah dasar yang mendapat vaksinasi dosis pertama sebanyak 7.774...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya