Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA Jingkang di Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), mulai bangkit dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki. Dengan cara itu, desa terpencil di perbukitan dan dikenal miskin itu optimistis akan berkembang menjadi desa sejahtera.
Pemerintah desa (pemdes) setempat kini bahkan telah merancang alokasi dana desa yang mencapai Rp1,2 miliar untuk mengentaskan desa dari kemiskinan, antara lain melalui pengembangan wisata dan pemberdayaan masyarakat.
"Dengan dana desa yang mencapai Rp1,2 miliar, kami akan membangun infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya, pembuatan fasilitas wisata di Gunung Beser dan pelatihan kepada masyarakat desa," kata Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Jingkang Iqbal Rifangi, Kamis (5/9).
Ia menjelaskan, saat ini kawasan wisata Gunung Beser memang sudah dibuka bagi mereka yang ingin menikmati panorama alam berupa hutan, gunung, dan lembah. Namun, untuk sementara pengunjung tidak dikenai biaya karena lokasi belum dilengkapi fasilitas.
"Setelah dibenahi dan dilengkapi fasilitasnya, pengunjung lokasi wisata Gunung Beser akan ditarik biaya," tuturnya.
Selain untuk mengembangkan wisata alam, dana desa juga dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat melalu pelatihan-pelatihan. Apalagi, ujarnya, Desa Jingkang memiliki beberapa komo-ditas yang belum dipasarkan dengan baik, antara lain kopi, gula aren, dan bunga sorgum sebagai bahan baku sapu.
Menurut Iqbal, biasanya sapu berbahan baku bunga sorgum bisa menembus pasar luar negeri. Namun, saat ini masyarakat kebanyakan menjual bunga sorgum dalam bentuk bahan bakunya. Karena itu, untuk meningkatkan nilai tambah bunga sorgum dan pemasarannya, masyarakat akan diberi pelatihan pembuatan sapu berkualitas.
"Petani kopi juga akan diberi pelatihan menyangrai atau roasting kopi sampai pengepakannya," ujarnya. Pelatihan, tambahnya, merupakan bagian dari pemberdayaan agar warga dapat menjual potensi yang ada dengan nilai lebih tinggi.
Lakukan inovasi
Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli, mengingatkan para kepala desa di wilayahnya agar dana desa tidak hanya dihabiskan untuk program pembangunan fisik, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat secara luas. Hal itu ia sampaikan saat memberikan pengarahan kepada para calon kepela desa di kabupaten setempat, Kamis (5/9) petang.
Menurut Fadeli, kemajuan pembangunan di Kabupaten Lamongan selama ini ditunjang pembangunan yang ada di desa. Karena itu, mereka yang akan menjadi kepala desa agar memberdayakan ekonomi di wilayah masing-masing.
"Gunakan juga dana desa untuk pemberdayaan ekonomi, seperti BUM-Des (badan usaha milik desa)," ujarnya. Karena itu, lanjutnya, kepala desa harus membuat berbagai inovasi dari sumber daya alam yang ada. Serapan dana desa di Kab Lamongan tahun ini ditargetkan maksimal, yakni melampaui tahun lalu yang tercatat 99, 91% dari total alokasi Rp321 miliar. (YK/N-1)
Pemilihan Kabupaten Tuban didasari oleh karakteristik wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor pertanian dan perikanan.
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved