Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pelayaran Butuh Modernisasi y Layanan

Palce Amalo
26/8/2019 09:30
Pelayaran Butuh Modernisasi y Layanan
Kapal Ro-Ro KM Santika Nusantara rute Surabaya - Balikpapan terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembo, Jawa Timur.(ANTARA FOTO/BASARNAS)

BERULANGNYA tragedi kecelakaan di tengah lautan mengharuskan pemerintah melakukan evaluasi yang mendalam. Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis menyebut kebakaran Kapal Motor Santika Nusantara di Perairan Pulau Masalembo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hanya merupakan pengulangan.

“Kecelakaan pada Kamis (22/8) itu merupakan peristi-wa ulangan. Mirip dengan kecelakaan dua tahun sebelumnya, yang menimpa Kapal Motor Mutiara Sentosa I yang terjadi di perairan yang sama,” ujarnya, kemarin.

KM Mutiara Sentosa I dalam perjalanan dari Surabaya menuju Balikpapan, kapal terbakar dan membuat lima orang tewas. Sementara itu, KM Santika Nusantara juga melayani rute sama. Kebakaran menyebabkan tiga orang­ tewas, dua penumpang dan satu mualim.

Fary mengatakan, Komisi V DPR-RI menyayangkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penyelenggaraan angkutan laut, khususnya terhadap pemeriksaan barang khusus dan barang berbahaya. Selain itu, juga masih adanya data manifes penumpang yang simpang siur.

Untuk itu, ia mengusulkan, selain peningkatan pengawasan, diperlukan pula peningkatan pelayanan dengan penerapan x-ray scanning bagi kendaraan. Pengelola jasa angkutan laut juga harus memberlakuan sistem pembelian dan aplikasi tiket secara online. “Gunakan sistem check in dan boarding seperti yang telah dilakukan di dunia penerbangan dan kereta api,” tandasnya.

 

KLM Garuda Jaya

Dari perairan Taliabu, Maluku Utara, pencarian sembilan penumpang Kapal Layar Motor Garuda Jaya yang mengalami kebocoran, sampai hari kedua belum membuahkan hasil. “Pencarian akan dilakukan lagi Senin (26/8), dengan fokus pencarian di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah dan perairan Pulau Taliabu,” ungkap Kepala Kantor SA Palu, Basrano.

Dua tim SAR bergerak bersama, yakni SAR gabungan dengan KN SAR Bhisma dan SAR unsur warga yang menggunakan kapal nelayan. Lokasi kejadian yang tidak terpantau persis menjadi kendala pencarian.

KLM Garuda Jaya berlayar dari Pelabuhan Lalong Luwuk, Kabupaten Banggai, dengan tujuan Pelabuhan Tikong Taliabu, Maluku Utara, pada Kamis (22/8). Kapal mengalami kebocoran­. Dari 14 penumpang, lima penumpang telah ditemukan tim SAR, Sabtu (24/8).

Perairan Masalembo, Sumenep, Jawa Timur, juga menjadi lokasi beradunya dua perahu motor milik nelayan dari Desa Sukajeruk. Dua warga yang ada di dalam perahu tewas.

“Kejadiannya dini hari. Kami menduga kedua perahu tidak menggunakan alat penerangan­,” ujar juru bicara Polres Sumenep, Ajun Komisaris Widiarti.

Akhir pekan lalu, catatan korban nahas di lautan juga bertambah dengan kematian Antoni Marbun dan Bonano Napitupulu. Kedua mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatra Utara itu tewas terseret ombak di objek wisata Tapaktuan, Aceh Selatan.

“Mereka sudah lulus ujian skripsi dan tinggal menunggu wisuda,” kata Rektor Universitas Sumatra Utara Prof Runtung Sitepu.

Kedua mahasiswa itu berangkat ke Tapaktuan atas inisiatif sendiri. Mereka melakukan survei kehutanan di Aceh untuk kepentingan salah satu perusahaan survei. Jenazah Antoni Marbun sudah ditemukan, sedangkan jasad Bonano masih dalam pencarian. (Opn/MG/PS/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya