Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Aksi Gantole dan Paralayang Bawa Bendera Pecahkan Rekor Dunia

Kristiadi
21/8/2019 10:15
Aksi Gantole dan Paralayang Bawa Bendera Pecahkan Rekor Dunia
Seorang penerbang gantole bersiap melakukan aksi memecahkan rekor dunia membawa bendera Merah Putih.(MI/Kristiadi)

SEBANYAK 107 penerbang gantole dan paralayang terbang membawa 1.200 bendera Merah Putih dari Bukit Parama Satwika (BPS), Gunung Putri, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, dalam rangka Kapolda Jabar Cup ke II.

Aksi itu dilakukannya sekaligus untuk memecahkan rekor dunia versi Record Holders Republic (RHR) untuk penerbangan sembari mengibarkan bendera Merah Putih secara bersamaan.

Bendera Merah Putih berukuran 0,5 x 1 meter tersebut dibawa dengan cara diikat di bagian badan gantole dan sayap paralayang yang dilakukan saat para atlet lepas landas satu per satu dari Bukit Parama Satwika tersebut.

Pemecahan rekor tersebut diikuti atlet gantole dan paralayang dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Garut, Bekasi, Kabupaten Bogor, Jakarta dan Yogyakarta.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputro mengatakan, pemecahan rekor dunia itu menjadi pembuka gelaran Kapolda Jabar Cup II yang dilaksanakan pada 20-22 Agustus 2018.

Baca juga: Hanya Gara-Gara Ponsel, Samin Bunuh Satu Keluarga di Serang

Kegiatan itu merupakan kali kedua dilakukan, setelah tahun lalu disambut positif para pecinta olahraga gantole dan paralayang.

"Yang paling spesial sekarang ini pemecahan rekor dunia dengan membawa ribuan bendera Merah Putih berbagai ukuran di landasan Desa Rancabango, Kemacatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Kegiatan itu menjadi pembuka Kapolda Jabar Cup II 2019. Pemecahan rekor itu juga masih merupakan rangkaian perayaan HUT ke 74 Republik Indonesia. Karena itu, ribuan bendera Merah Putih dikibarkan di angkasa meski perlombaan yang dilakukan hanya olahraga gantole tetapi untuk paralayang, hanya untuk kegiatan hiburan," kata Rizky, Selasa (20/8).

Seluruh peserta memulai penerbangan dari kaki Gunung Putri, Bukit Parama Satwika, Desa Mekarjaya dengan ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sementara titik pendaratan gantole berada di lapangan Rancabango, sedangkan paralayang mendarat di kawasan wisata domba. Kedua wilayah itu masih berada di kawasan Desa Rancabango.

Rizky mengungkapkan, digelarnya Kapolda Cup merupakan respon Polres Garut dengan kepopuleran olahraga gantole dan paralayan di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak dilaksanakan kegiatan olahraga gantole dan paralayang tetapi Polres Garut tentunya hanya memfasilitasi para atlet dan pecinta olahraga.

"Kegiatan yang dilakukannya untuk menambah daya tarik wisata olahraga di Kabupaten Garut dan terlaksananya Kapolda Jabar Cup II juga didukung berbagai pihak, di antaranya TNI dan Pemerintah Kabupaten Garut. Peserta yang mengikuti lomba sebagian merupakan atlet nasional dan kegiatan bisa menjadi daya tarik wisata Garut, akan tetapi kegiatan untuk menuju lokasi sulitnya akses transportasi dan para peserta harus menumpang motor offroad terlebih dahulu," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Polres Garut. Apalagi, kegiatan tersebut dilakukan juga pengibaran bendera Merah Putih yang memecahkan rekor dunia versi Record Holders Republic (RHR), untuk kategori penerbangan Paralayang dan Gantole dengan membawa bendera Merah Putih terbanyak di waktu bersamaan.

"Ini sebuah inovasi dari Polres Garut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun dan tentu untuk sampai ke lokasi tentu harus menaiki motor offroad dan menaiki ratusan anak tangga buatan dari tanah pegunungan, menuju puncak bukit di atas 1.450 MDPL itu memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung. Semoga para atlet sehat dan lancar selamat memecahkan rekor dan selamat bertanding," ujarnya.

Indonesia Vice President of Record Hoder Republic, Lia Mutisari mengatakan rekor yang ditorehkan dalam kegiatan Kapolda Cup II adalah pengibaran bendera terbanyak dengan penerbangan paralayang dan gantole dengan jumlah 107 peserta, 56 peserta paralayang dan 51 peserta gantole yang membawa 1.200 bendera Merah Putih.

"Kegiatan serupa seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi dan biasanya, pemecahan rekor hanya peserta terbanyak. Akan tetapi, saat ini terdapat kombinasi antara paralayang dan gantole yang membawa bendera merah putih meski sebelumnya ada yang mencoba untuk memecahkan rekor dunia tersebut dengan cara mengibarkan bendera terbesar melalui olahraga dengan paralayang, tapi gagal. Untuk sekarang ini dengan peserta banyak rekor bendera sudah tercapai," paparnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya