Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
AKTIVITAS Gunung Slamet yang berada di lima daerah di Jawa Tengah yakni Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga mengalami
peningkatan dibanding sebelumnya. Meskipun belum membahayakan warga yang tinggal di lereng dengan ketinggian 3.432 meter di atas permukaan air laut (mdpl) tersebut.
Laporan dari petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Kamis (15/8) dini hari, disebutkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Slamet. Terlihat ketinggian asap yang keluar dari kawah Gunung Slamet mencapai 50 meter atau lebih tinggi dua kali lipat dari sehari sebelumnya setinggi 25 meter.
"Iya aktivitas gunung hari ini meningkat dibanding sebelumnya,"kata Sukedi, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa ‎Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
baca juga: KA Galunggung Anjlok di Stasiun Bumiwaluya
Peningkatan aktivitas gunung, lanjut Sukedi, selain ketinggian asap dari kawah, juga gempa hembusan mengalami peningkatan terjadi sebanysk 321 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 sampai 24 milimeter yang berdurasi 15 sampai 60 detik. Gempa hembusan ini, ujar Sukedi, meningkat dibanding sehari sebelumnya, yakni dalam kurun waktu yang sama sebanyak 116 kali dengan amplitudo 2 hingga 17 milimeter yang berdurasi 15 sampai 50 detik.
"Gempa tremor hari ini terjadi satu kali dalam kurun waktu 6 jam dengan amplitudo 0,5 hingga 2 milimeter," lanjutnya. (OL-3)
Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1 milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah(Jateng) membuka pelatihan Pemandu Wisata Gunung seiring dengan banyaknya kecelakaan di gunung
Sejak erupsi yang terjadi pada Desember 2023, hasil kebun seperti jambu mete, kakao, kemiri, kopi bahkan kelapa enggan berbuah karena sering diguyur material vulkanis.
Pendaki pemula tidak perlu terburu-buru menentukan pencapaian diri karena capaian seperti mendaki sampai ke puncak gunung memerlukan tenaga dan usaha yang lebih banyak.
Apakah kamu lebih suka liburan ke gunung atau pantai? Ternyata, pilihan destinasi liburan favoritmu bisa mencerminkan kepribadianmu yang sebenarnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan mengenai radius bahaya Gunung Lewotolok yakni sejauh dua kilometer.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved