Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
SEBANYAK 1.319 desa di 27 kabupaten/kota di Jawa Tengah terdampak kekeringan. Dari jumlah itu baru tiga daerah yang mengajukan bantuan air. Sedikitnya daerah yang mengajukan bantuan ke provinsi karena karena penanganan kekeringan berjalan lancar dengan sistem kroyokan. Data dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah hingga saat ini jumlah wilayah terdampak kekeringan di provinsi ini adalah 1.319 desa di 27 kabupaten/kota. Angka ini masih di bawah prediksi awal sebanyak 1.319 desa di 287 kecamatan di 31 daerah terdampak kekeringan.
Dari desa-desa terdampak kekeringan ini, hampir setiap hari dilakukan distribusi bantuan air bersih baik berasal dari pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, instansi, lembaga pemerintah dan swasta, organisasi masyarakat (ormas) dan lainnya.
"Penanganan kekeringan di desa-desa di Jawa Tengah berjalan baik dan lancar, semua pihak terlibat keroyokan sehingga tidak ada permasalahan," kata Kepala BPBD Provinsi Jateng, Sudaryanto, Selasa (13/8).
Hingga saat ini, lanjut Sudaryanto, baru tiga daerah yang mengajukan permintaan bantuan air ke provinsi yakni Wonogiri, Pati dan Temanggung, karena anggaran penanggulangan kekeringan yang dimiliki oleh daerah itu terbatas.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan baik dan lancarnya penanganan bencana kekeringan dilakukan setelah pemerintah provinsi dan daerah menggelar pemetaan, sehingga dari sini dapat diketahui titik atau desa mana saja bakal terdampak.
"Provinsi Jateng siapkan 1.000 tangki air bersih yang dapat didistribusikan ke daerah yang kekurangan dan butuh bantuan. Sedangkan daerah juga telah menyiapkan bantuan air bersih untuk disalurkan," ujarnya.
baca juga: Mantan Kadis ESDM Babel Tersangka Korupsi Proyek PJU
Sedangkan untuk mengatasi ancaman puso, lanjut Ganjar Pranowo, pemerintah juga mengatur musim tanam diselaraskan ketersediaan air baik di sungai maupun waduk dan sumur. Namun untuk daerah yang sudah terlanjur menanam dilakukan upaya lain seperti penyediaan pinjaman pompa air agar dapat memanfaatkan sisa air di sungai dan waduk dengan cara disedot.
"Kita buat strategi dan keroyok dalam penanganan, tidak hanya pemerintah tetapi juga swasta dengan CSR-nya, juga potensi filantropi," imbuhnya. (OL-3)
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Selain itu, BPBD juga akan membangun tiga sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved