Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jumlah Penyu yang Bertelur di Tulungagung Menurun Drastis

Antara
01/8/2019 11:00
Jumlah Penyu yang Bertelur di Tulungagung Menurun Drastis
Warga bersama pecinta lingkungan mengumpulkan telur penyu di pesisir Pantai Jung Pakis, Tulungagung, Jawa Timur.(ANTARA/Destyan Sujarwoko)

SEJUMLAH warga penggiat konservasi di pesisir selatan Tulungagung, Jawa Timur mengakui jumlah induk penyu yang bertelur di pantai-pantai setempat turun drastis akibat dibukanya beberapa kawasan pantai konservasi alami untuk objek wisata.    

"Dulu, penyu biasa bertelur di Pantai Ngalur dan Sanggar. Tapi mungkin karena di sana mulai banyak orang (wisatawan), sekarang jarang terlihat penyu mendarat untuk bertelur," tutur Purjo Lompong, Ketua Pokdarwis Sanggar Ria, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, Rabu (31/7).   

Di pesisir wilayah ini, warga mengidentifikasi ada empat pantai yang selama ini menjadi area penyu bertelur., yakni Pantai Sanggar, Ngalur, Pathuk Gebang, dan Jung Pakis.    

Dulu, dalam satu musim bertelur, induk penyu yang mendarat bisa mencapai puluhan hingga ratusan ekor. Namun, kini jumlahnya sudah jauh menurun.

Musim bertelur tahun ini, Purjo dan kawan-kawan yang aktif bergiat konservasi secara mandiri hanya mengudentifikasi 2-3 ekor induk penyu yang bertelur.    

Baca juga: Flotim Waspada Rabies, 948 Kasus dalam 7 Bulan Terakhir

Itu pun yang akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi komunitas pecinta penyu hanya satu ekor.    

"Kondisi pantai yang kotor akibat sampah plastik dan kayu juga mempengaruhi penurunan junlah penyu yang mendarat di pesisir pantai sekitar sini," ucap Andik, penggiat konservasi penyu yang lain.    

Masalah keamanan penyu dan telur penyu disebut Purjo paling mengkhawatirkan.    

Sebab selain kerap hilang dan dicuri/dimakan predator alaminya, perburuan manusia yang semakin tidak terkendali membuat penyu kian jarang nampak.    

"Populasi penyu juga sudah jauh menurun memang. Akibat perburuan manusia. Itu yang membuat penyu kian langka dan langka bisa ditemui," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya