Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gubernur Sumsel Bentuk Tim Khusus Investigasi Kasus Korban MOS

Dwi Apriani
21/7/2019 16:50
Gubernur Sumsel Bentuk Tim Khusus Investigasi Kasus Korban MOS
Gubernur Sumsel Herman Deru saat melayat Wiko Jerianda, 14, di rumah duka di Jalan Pertahanan Plaju, Sabtu (20/7).(MI/Dwi Apriani)

TIDAK mau kejadian semakin berlarut dan kembali berulang, Gubernur Sumsel Herman Deru langsung membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus yang menyebabkan dua siswa meninggal dunia saat Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Sekolah Taruna Indonesia Palembang. Ia bahkan memberi tenggat waktu seminggu bagi tim khusus yang dibentuk agar dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Diakui Gubernur Sumsel Herman Deru, usai mendapatkan kabar tentang telah meninggalnya Wiko Jerianda, 16, ia meyakinkan masyarakat dan keluarga bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam atas kejadian ini.

''Maka untuk proses hukum itu akan terus saya giring sedemikian rupa sehingga pihak kepolisian dapat segera mengembangkan apa yang sudah ditetapkan. Kemarin ada satu sebagai tersangka karyawan dari Sekolah Taruna Indonesia tersebut. Dan ini yang tadinya dikabarkan kritis ananda Wiko ini ternyata juga kembali kepada sang khalik,'' tuturnya.

Herman Deru menuturkan jika persoalan ini merupakan kesalahan oknum maka dia serahkan hukumnya berjalan dan ditegakan seadil-adilnya kepada penegak hukum baik itu kepolisian maupun kejaksaan.

''Sekarang lagi dibuat tim untuk secara detail kenapa oknum itu bisa berbuat begitu apakah memang ada prosedur yang memang dibuat oleh lembaga. Nah ini kita sedang kita turunkan timnya mudah-mudahan dalam waktu dekat akan dapat menyimpulkan. Kalau ini kesalahan lembaga maka kita akan berikan sanksi yang setimpal. Segera Saya kasih waktu seminggu saja tim ini untuk berkerja dari Senin ini nanti,'' ungkapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggara pendidikan bahwa untuk menuntut kedisipinan siswa tidak juga harus dengan kekerasan. Sedangkan untuk Diknas Provinsi Sumsel ia menghimbau agar format masa orientasi siswa seluruhnya diubah.

''Tim investigasi komprehensif jadi dari orangtua, dewan pendidikan kota, dewan pendidikan provinsi kita libatkan semua. Jumlah tim maksimal 9 orang diketuai oleh Kadis Pendidikan. Kemudian kepada orang tua, sebelum mendaftarkan anak-anak ini cari tahu dulu sekolah yang dituju anak-anak, jangan sampai terhanyut karena namanya, gedungnya. Tapi bagaimana cara mereka memperlakukan peserta didik,'' tandasnya. (DW/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya