Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KABUPATEN Lampung Tengah, Provinsi Lampung terdaftar dalam 100 kabupaten/kota prioritas penangangan stunting di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan.
Jumlah kasus stunting di Lampung Tengah pada 2018 mencapai 27% dari 3.680 balita yang tersebar di 10 desa, yaitu Bandar Putih Tua, Gedung Ratu, Riau Periangan, Tanjung Rejo, Buyut Udik, Cabang, Gunung Batin Udik, Mataran Ilir, Mataram Udik dan Tulung Kakan.
Baca juga: Kebakaran Hutan, Perhutani Banyumas Tingkatkan Kesiagaan
Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Irmansyah, kondisi ini cukup miris, mengingat Lampung Tengah dikenal sebagai lumbung pangan nasional.
"Ternyata meskipun ada di lumbung pangan, kalau lingkungan tidak sehat dan bersih maka resiko masih ada," ujar Irmansyah dalam Peluncuran Program Percepatan Penanganan Stunting, Great Indonesia di kantor Great Giant Foods, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Rabu (17/7).
Irmansyah menegaskan, stunting tidak dapat disembuhkan, satu-satunya upaya yang dapat dilakukan melalui pencegahan. Namun upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah selama ini hanya mampu mengentaskan 30% permasalahan kesehatan yang ada. Untuk itu sinergi dengan pihak swasta sangat dibutuhkan.
"Keterlibatan swasta pada isu stunting belum banyak, kami dorong hal itu, karena biar bagaimana anggaran pemerintah akan selalu kurang. Keterlibatan swasta kami yakini akan memberikan kontribusi besar dalam menekan angka stunting," ujarnya.
PT Great Giant Foods (GGF) salah satu perusahaan yang berbasis di Lampung Tengah turun tangan dalam upaya pengentasan stunting. Melalui program Great Indonesia, GGF memberikan sosialiasi dan pendampingan pencegahan stunting kepada warga di 5 desa dengan kasus tertinggi.
"Mengapa isu stunting jadi perhatian kami? Karena kasus stunting banyak terjadi di wilayah kerja GGF. Dan kami mengahasilkan produk yang menjadi sumber gizi, seperti susu, buah dan sayuran. Melalui produk GGF, kami mendorong masyarakat Indonesia hidup lebih sehat, cerdas, dan kuat," ujar Arif Fatullah, Senior Manager Sustainability Great Giant Foods.
Kampaye pencegahan stunting GGF berupa perbaikan pola makan pada balita, edukasi kepada remaja putri, wanita yang akan menikah, ibu hamil dan menyusui. Kampanye ini melibatkan anak perusahaan GGF, yaitu Great Giant Pineapple (GGP), Sewu Segar Nusantara (SSN) dan Great Giant Livestock (GGL).
"Ini akan jadi program tahunan dan akan berkelanjutan. Saat ini kami fokuskan di Lampung Tengah, ke depan program ini akan ditingkankan di level provinsi, hingga nasional," ujar Arief.
Kepala Dinas Kesehatan Provisi Lampung Reihana mengapresiasi program tanggungjawab sosial GGF, ia berharap keterlibatan swasta dapat menekan angka stunting hingga 19% pada 2025 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Lampung.
"Saya harap semua perusahaan bisa tergugah,masalah gizi tidak bisa dilakukan Dinas Kesehatan saja. Harus ditopang lintas sektor, agar selesai masalah kesehatan," ujarnya
Baca juga: 20 Rumah di Kecamatan Sukaluyu Cianjur tidak Layak Huni
Pada tahun 2030, Lampung akan menikmati bonus demografi di mana sebagian besar penduduk berusia produktif. Reihana berharap generasi yang akan disambut Lampung tesebut adalah generasi yang sehat.
"Jangan sampai generasi yang akan datang justeru generasi yang sakit-sakitan. Kita harus berupaya keras agar itu tidak terjadi. Terima kasih kepada GGF, semoga langkah ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di Lampung," ujarnya. (OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved