Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Warga Keruk Tanah di Dasar Bendungan untuk Bata Merah

SUPARDJI RASBAN
07/7/2019 19:05
Warga Keruk Tanah di Dasar Bendungan untuk Bata Merah
Penggembala menggiring sapi mereka menyeberangi aliran sungai kering sekitar Bendungan Cisadap.(MI/SUPARJI RASBAN)

 

DAMPAK kemarau berkepanjangan, beberapa waduk dan bendungan di daerah mengalami penyusutan cukup drastis. Bendungan Cisadap di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, salah satu bendungan yang mulai mengering.

Kalaupun masih ada airnya, hanya terdapat sedikit saja. Dan itupun harus mengambilnya di ceruk-ceruk di sekitar bendungan maupun di alur Sungai Cisadap.

Alur Sungai Cisadap yang mengering dimanfaatkan sejumlah warga dengan mengeruk tanahnya untuk membuat bata merah.

"Ya bahan mentah tanahnya yang untuk membuat batu merah ya dari tanah sungai yang mengering ini," ujar Jumain, seorang warga pembuat batu merah, Minggu (7/7).

Tak hanya itu, mengeringnya alur Sungai Bandung Cisadap tersebut, memudahkan para penggembala sapi menggembalakan ternak mereka. Mereka kini tidak kesulitan menggiring sapi-sapi mereka ke tempat-tempat pengembalaan.

"Sungainya sudah mengering sejak memasuki kemarau sekitar dua bulan lalu," tutur Saridin, seorang pengembali sapi dari Desa Buara.

Cisadap merupakan bendungan yang mengairi areal persawahan di dua kecamatan. Yakni kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Ketanggungan di wilayah Kabupaten Brebes bagian barat. Dalam kondisi normal, Bendungan Cisadap bisa mengairi 2.682 hektare areal pertanian. (JI/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya