Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Lubang Galian C Perpanjang Asa Petani

(RZ/BY/PO/AD/FL/UL/RF/BB/LD/JI/AS/CS/N-2))
03/7/2019 23:00
Lubang Galian C Perpanjang Asa Petani
Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

SAAT kemarau jadi masalah, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tidak kehabisan akal. Mereka melirik potensi air di lubang-lubang bekas galian tambang pasir dan batu.

“Dengan menggunakan mesin pompa, kami ­mengalirkan air yang tertampung selama musim hujan di bekas galian C itu ke sawah. Cara ini ternyata mampu menjadi solusi bagi area persa-wahan yang ada di sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Agus Rachman Suherlan, Rabu (3/7).

Selain dari bekas galian yang berfungsi sebagai embung, dinas juga membantu petani dengan mencari sumber-sumber air. Juga dengan pompa bantuan dari pemerintah, air-air itu dialirkan ke sawah. Saat ini, Dinas Pangan dan Pertanian memiliki 350 mesin pompa. Peranti itu sudah disebar ke sejumlah kelompok tani.

“Kemarau membuat 1.883 hektare sawah di Purwakarta terancam kekeringan. Kami berusaha mengurangi jumlahnya dengan berbagai upaya,” tandas Agus.

Kekurangan air bersih yang mulai melanda warga membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah kabupaten dan kota aktif mengirim air bersih dari PDAM.

“Sudah saya instruksikan truk-truk PDAM di-kerahkan ke wilayah kekeringan. Untuk air sawah, kita sesuaikan dengan pengaturan debit air dari saluran dan bendungan,” tandasnya.

Pentingnya pompa air juga membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur meminta bantuan kepada Kementerian Pertanian. “Pemerintah sudah bantu kami 100 pompa air, tapi itu masih kurang untuk menanggulangi kekeringan tahun ini,” jelas Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Miqdonth S Abolla.

Pompa air bantuan dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sungai maupun sumur ke tanaman pertanian. Daerah rawan kekeringan di provinsi itu menyebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sabu Raijua, Belu, Flores Timur, Ende, dan Kupang.

Sampai kemarin, kekeringan terus meluas di sejumlah daerah. BPBD Kabupaten Tasikmalaya pun harus menyiapkan 6.000-an jeriken air bersih yang disebar ke 351 desa di 39 kecamatan.

Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Para-wansa mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh dinas dan badan untuk menyalurkan air bersih. Ada 24 daerah terdampak kekeringan di provinsi itu.  “Distribusi air bersih sudah dilakukan dan akan terus dilakukan. BPBD sudah menyalurkan 820 tandon dan 3.000-an jeriken air,” paparnya. (RZ/BY/PO/AD/FL/UL/RF/BB/LD/JI/AS/CS/N-2))



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya