Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tim Terpadu Siap Atasi Karhutla Flotim

Ferdinandus Rabu
29/6/2019 10:00
Tim Terpadu Siap Atasi Karhutla Flotim
Ilustrasi upaya pemadaman kebakarna hutan(ANTARA/Oky Lukmansyah)

MEMASUKI musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga menjadi ancaman di wilayah Kabupaten Flores TImur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang membutuhkan perhatian serius semua pihak.

Polres Flotim telah menyiapkan tim khsusus yang akan diturunkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan jika terjadi di daerah ini. Tim khusus itu akan selalu membangun koordinasi bersama semua pihak untuk mengatasi masalah Karhuta.

"Untuk masalah karhutla, kami telah menyiapkan tim khusus dengan personelnya dari Polres untuk koordinasi bersama tim terpadu lainnya dari unsur pemadam kebakaran (PMK), dari unsur SAR, Pol PP dan relawan," tegas Kpaolres Flores Timur AKBP Deni Abrahams.

Deni juga menambahkan terus memberdayakan dan membangun komunkasi intens di setiap unit polsek dan pospol untuk mendapatkan infornmasi terkait lokasi dan titik rawan terjadinya karhutla.

"Kami juga selalu meminta informasi dari setiap personel kami, baik yang ada di Polsek, maupun Pospol di desa-desa untuk selalu mengecek dan memberikan imbauan kepada setiap warga untuk tidak membakar sembarang, dan memperhatikan lingkungan sekitar dari ancaman karhutla," jelas Kapolres.

Baca juga: Lima Titik Panas Terpantau di Tiga Kabupaten

Terpisah, kepala satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Dontus Kopong mengakui faktor geografis sebagai wilayah kepulauan menjadi kendala tersendiri bagi tim untuk memantau titik api, termasuk sarana yang terbatas, dan sumber daya manusia yang masih minim. Sehingga, ke depannya, akan dilakukan pelatihan bagi tin pemadam.

"Kami mengakui, masih terbatasnya sarana di daerah kami untuk memantau sejumlah titik api di daerah ini, karena faktor geografis sebagai daerah kepulauan, memiliki dua pulau yaitu Pulau Adonara dan Pulau Solor. Selain itu, jumlah dan sumber daya personel kami di pemadam kebakaran juga masih terbatas. Ke depannya kami akan melakukan perlatihan bagi tim kami, agar benar-benar handal," jelas Donatus.

"Kami juga pernah mengusulkan untuk membentuk sebuah unit khusus, seperti UPT, agar benar-benar fokus pada masalah kebakaran, namun hingga kin belum terealisasi. Tetapi kami tetap maksimal dengan apa yang ada demi mengatasi hal ini," lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah warga pun mengakui, sering terjadi kebakaran hutan maupun lahan setiap tahun. Namun perhatian serius dari pemerintah sangat kecil bahkan dibiarkan begitu saja.

"Kami berharap pemerintah lebih serius menangani bencana kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi. Kadang kebakaran yang terjadi terus meluas hingga padam sendirinya, sehingga membuat polusi," ujar Silvester, warga desa Sinarhading Gala, yang sering menyaksikan karhutla di daerah ini. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya