Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kekeringan Meluas, 15 Ribu Lebih Warga Cilacap Krisis Air Bersih

Liliek Dharmawan
27/6/2019 18:30
Kekeringan Meluas, 15 Ribu Lebih Warga Cilacap Krisis Air Bersih
krisis air bersih(MI/ LILIEK DHARMAWAN)

KEMARAU yang semakin panjang, menyebabkan krisis air bersih di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) semakin meluas. Kini, kekeringan meluas di 13 desa yang terbesar di 7 kecamatan. Ada sebanyak 4.213 kepala keluarga (KK) atau 15.253 jiwa yang kini mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan kalau kekeringan kian meluas karena kemarau semakin panjang. 

"Pekan lalu, kekeringan baru melanda 10 desa di 6 kecamatan dengan jumlah warga kekeringan sebanyak 14 ribu jiwa lebih. Tetapi saat sekarang, kekeringan semakin meluas mencapai 13 desa di 7 kecamatan. Jumlah penduduk yang kekeringan sebanyak 15 ribu jiwa lebih," jelas Tri Komara pada Kamis (27/6).

Baca juga: BPBD Banyuwangi Antisipasi 9 Kecamatan Rawan Kekeringan

Ia mengatakan 7 kecamatan yang kini mengalami krisis bersih adalah Kampung Laut, Bantarsari, Patimuan, Kawunganten, Gandrungmangu, Jeruklegi dan Karangpucung. 

"Daerah yang palin parah mengalami kekeringan adalah Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut. Di desa setempat, sudah ada 5 tangki air bersih yang disalurkan," katanya.

Tri Komara mengungkapkan sampai kini pihaknya telah mengirimkan 28 tangki air bersih dengan masing-masing 5 ribu liter per tangki. 

"BPBD masih akan terus melakukan suplai air bersih untuk wilayah-wilayah yang kekeringan. Silakan warga yang kekurangan air bersih untuk mengajukan bantuan air bersih," tambahnya. (A-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya