Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

2.742 Desa di Jatim Rawan Bencana

Faishol Taselan
24/6/2019 18:50
2.742 Desa di Jatim Rawan Bencana
Tim SAR gabungan mengawasi pergerakan longsor susulan yang dipicu material lumpur jenuh di sektor A, Desa Banaran, Ponorogo( ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat dari 38 kabupaten/kota, ada 664 kecamatan dengan 2.742 desa yang masuk kategori rawan bencana.

"Ini yang mulai kita antisipasi sekarag. Desa-desa yang rawan kita lakukan latihan tanggap darurat bencana," kata Kepala BPBD Jatim Subhan Wahyudiono di Surabaya, Senin (24/6).

Dari letak geografis, Jawa Timur sangat rentan dengan bencana, baik bencana erupsi gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, longsor maupun kekeringan.

Karena itu, menurutnya, masyarakat Jawa Timur yang sangat dekat dengan bencana harus selalu waspada dan tanggap bencana. Dari hasil kajian BPBD Jawa Timur ada 12 ancaman bencana di Jatim, 11 bencana alam dan 1 bencana nonalam.

"Dalam kondisi geografis Jawa Timur memungkinkan rentan terjadi bencana, baik bencana erupsi gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor maupun kekeringan," ujarnya.

Baca juga: BPBD Agam Siaga di 6 Titik Rawan Bencana

Di Jatim, terdapat tujuh gunung berapi yang masih aktif di antaranya Gunung Raung Ijen, Semeru, Bromo dan masih banyak yang lainnya, sehingga ada 21 kabupaten rentan terdampak erupsi.

Untuk tsunami ada 8 kabupaten yang rawan, untuk banjir ada 23 kabupaten rawan banjir, karena dilalui tujuh aliran sungai, sedangkan untuk kekeringan ada 24 kabupaten yang rentan.

"BPBD Jatim terus melakukan pelatihan kepada desa tanggap bencana, agar bila terjadi bencana masyarakatnya sudah siap," pungkasnya.(OL-5)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya