Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PABRIK korek api, di Desa Sambi Rejo Kecamatan Binjai, Provinsi Sumatra Utara dilanda kebakaran, Jumat (21/6). Berdasarkan tayangan Breaking News Metro TV, dari wawancaranya dengan Kepala BPBD Kabupaten Langkat, Irwan Syahri, diperkirakan 30 orang meninggal dunia lantaran hangus terbakar.
"Jenazah yang ditemukan itu diperkirakan 30 orang. 27 dewasa dan 3 anak-anak," ujar Kepala BPBD Kabupaten Langkat, Irwan Syahri, Jumat (21/6).
Baca juga: Srikandi Indonesia Gelar Ultah Presiden Jokowi di Pasar Gede
Diperkirakan seluruhnya merupakan karyawan pabrik. Sata ini, kata Irwan, seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. RM. Djoelham, Kota Binjai, dan Rs Bhayangkara, Medan, menggunakan puskesmas dan pemerintah kabupaten setempat. Saat ditanyakan lebih jauh mengenai kondisi terakhir ketika korban ditemukan, Irwan menyebut, seluruh korban hangus terbakar.
"Sulit dikenali," tandasnya.
Mengenai identitas korban, pihaknya langsung mendata ke wilayah setempat. Menurut Irwan, mayoritas korban yang juga merupakan karyawan pabrik adalah warga setempat.
"Jadi ada sekitar 28 orang yang telah diketahui nama-namanya, 2 lagi yang belum diketahui. Rinciannya belum diketahui (laki-laki atau perempuan)," pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB menjelang Salat Jumat. Diperkirakan sementara ini terdapat 30 pekerja pabrik mancis tersebut tewas. Korban diantaranya terdiri atas 27 orang dewasa dan 3 orang anak-anak.
Mereka tidak bisa keluar dikarenakan saat bekerja seluruh akses dikunci. Rata-rata pekerja yang tewas itu adalah ibu-ibu yang juga ada yang membawa anaknya. Kebakaran yang melanda rumah yang merangkap sebagai pabrik mancis itu diduga akibat ledakan tabung
gas.
Akibatnya api langsung menyambar hingga menghanguskan rumah itu. Puluhan pekerja yang berada di dalam rumah tidak sempat keluar, akibatnya semuanya tewas terpanggang.
Baca juga: Arus Balik Lewat Kapal Laut Diperkirakan Hingga Pekan Depan
Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Langkat dan tiga unit milik Pemkot Binjai tiba di lokasi.
Zulkifli, seorang warga menjelaskan, pemandangan dengan puluhan mayat bergelimpangan sungguh menyayat hati. Mayoritas pekerja berasal dari warga desa tersebut, namun ada juga yang berasal dari
Stabat dan Kota Binjai. (Ant/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved