Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kekeringan Dini Melanda Daerah

Depi Gunawan
17/6/2019 05:40
Kekeringan Dini Melanda Daerah
Warga menggembala kambing di sekitar areal sawah yang mengering(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

BEBERAPA daerah di wilayah Jawa Barat berpotensi lebih dini mengalami kekeringan­ pada musim kemarau tahun ini. Potensi muncul, dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah tersebut sudah tidak terjadi hujan berkisar antara 31 sampai 60 hari berturut-turut.

Daerah tersebut di antaranya­ Cikancung, Kabupaten Bandung, sebagian Kabupaten Bekasi dan Karawang. Kemudian, Kabupaten Sumedang, Indramayu, Gegesik Cirebon dan Majalengka. Lalu, Banyuresmi dan Cisurupan di Garut, Agrabinta di Cianjur ,serta Tegal Buleud dan Surade di Sukabumi.

Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, mengungkapkan musim kemarau di wilayah Jawa Barat sudah terjadi sejak pertengahan Mei dan akan berlangsung hingga pertengahan Oktober. “Sekarang sudah musim kemarau, puncaknya akan terjadi pada Agustus mendatang,” ungkap Tony, Minggu (16/6).

Dampak awal musim kemarau juga sudah dirasakan di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Setidaknya ada 10 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul mulai merasakan dampak kemarau dan mengajukan permintaan dropping air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan kecamatan paling parah yang mengalami kesulitan air bersih ialah Kecamatan Girisubo, Paliyan, dan Rongkop. Ketiga kecamatan ini, jelasnya, sudah menerima kiriman air bersih sejak awal Juni lalu. “Tujuh kecamatan lainnya ialah Kecamatan Ngawen, Purwosari, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Tepus,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Banyumas, Jawa Tengah, telah melakukan antisipasi di sektor pertanian untuk menghadapi musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas Widarso mengatakan antisipasi dilakukan secara bertahap seperti membangun embung di areal pertanian tadah hujan.

“Ada sejumlah embung yang telah berfungsi, di antaranya di Kalibagor, Jatilawang, Somagede­, dan lainnya. Embung menjadi salah satu tempat penyimpan air dan nantinya difungsikan ketika musim kemarau datang,” ujarnya.
Dari Tuban, Jawa Timur, debit air waduk di sejumlah kecamatan sudah mengering dalam sebulan terakhir. Ini menyusul tidak adanya hujan dalam beberapa bulan . Kondisi tersebut membuat sebagian petani beralih menanam palawija dan sisanya membiarkan lahan telantar.

Sejumlah waduk yang mulai mengering sejak sebulan terakhir itu, di antaranya berada di Kecamatan Plumpang­, Widang, dan Semanding. Selain itu, debit Waduk Parengan­ di Desa Jatimulyo serta Waduk Desa Jatimulyo juga telah mengering. Bahkan, debit air Waduk Mlanggi di Desa Mlanggi, Kecamatan Widang, juga sudah tidak tersisa.

Petani menganggur
Akibat kekeringan, sebagian petani di sejumlah wilayah di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menganggur. Mereka tak bisa beraktivitas karena hujan tidak turun hampir sebulan terakhir ini.

Menurut Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Surade, Sahlan, hujan tak turun sejak pertengahan Ramadan. Tak dimungkiri hampir sebagian besar wilayah di selatan masih mengandalkan air hujan sebagai pasokan utama lahan persawahan.

Bahkan, tak sedikit petani yang merugi lantaran hasil panen mereka yang berbarengan dengan belum turunnya hujan, tidak maksimal.(Tim Media/N-1)
                                              

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya