Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLINTASAN sebidang antara jalur rel kereta api (KA) dengan jalan raya menjadi fokus bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sebab, pada masa angkutan Lebaran, pintu perlintasan sebidang membutuhkan pengawasan, karena frekuensi perjalanan KA tinggi, sementara volume kendaraan juga meningkat. Salah satu yang kini menjadi fokus penanganan adalah pintu perlintasan sebidang.
Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro mengatakan berdasarkan evaluasi sementara ini, salah satu yang perlu diawasi adalah pintu
perlintasan sebidang.
"Pada masa angkutan Lebaran, pintu perlintasan sebidang sangat kritis. Karena frekuensi KA meningkat dan volume kendaraan juga banyak. Sehingga kami minta kepada petugas di lapangan untuk melakukan pengawasan ketat," kata Edi saat meninjau kondisi arus balik di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (10/6).
Baca juga: KCI Sambut Positif Rencana Penghapusan Perlintasan Sebidang KRL
Terkait dengan pintu perlintasan sebidang, PT KAI terus mendorong untuk mencarikan solusi.
"Ada tiga pihak yang harus berkoordinasi yakni Ditjen Perkeretaapian, pemerintah pusat atau daerah dan PT KAI. Nanti dilihat, perlintasan sebidang tersebut berada di jalan negara atau kabupaten. Kalau jalan negara tentu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi kalau itu jalan kabupaten, maka tanggun jawabnya adalah pemkab. PT KAI terus mendorong mencarikan solusinya," jelasnya.
Saat ini, kata Edi, petugas masih harus kerja keras untuk mengamankan perjalanan KA. Apalagi, sejauh ini tidak ada gangguan dalam perjalanan KA.
"Kami berharap pada enam hari mendatang, petugas harus kerja keras untuk terus semangat dalam bertugas melayani para pemudik yang akan balik. Karena berdasarkan perkiraan, puncak arus balik pada Minggu, tetapi kenyataannya, masih banyak yang belum melakukan perjalanan balik. Padahal, secara keseluruhan tiket telah terjual hingga 98%," katanya. (OL-7)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaan selama perjalanan mudik
KAI juga menginformasikan masih tersedianya tiket dengan tarif diskon 30 persen untuk periode keberangkatan 20–29 Maret 2026.
Penjualan tiket kereta api selama masa Angkutan Lebaran juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga Minggu (15/3) sore atau H-6 Lebaran, tiket yang telah terjual mencapai 214.624 tiket.
Di Stasiun Pasar Senen, Minggu (15/3) malam, antrean penumpang terlihat mengular di area pemeriksaan tiket dan pintu masuk peron.
Dengan penambahan ini, kapasitas angkut meningkat sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan terdapat 69 perjalanan KA yang mendapatkan diskon tiket promo ini di wilayah Daop 4 Semarang.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
AKTIVITAS perlintasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Nusa Tenggara Timur, mengalami lonjakan signifikan pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved