Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengakui adanya kerusakan lingkungan di hulu Sungai Bengkulu yang memperparah banjir di daerah tersebut. Mereka akan mengintensifkan upaya rehabilitasi.
Selain akibat hujan deras dalam waktu yang lama, menurut para aktivisi lingkungan, banjir di Bengkulu tak lepas dari rusaknya daerah tangkapan air di hulu Sungai Bengkulu. Kerusakan itu imbas dari beroperasinya delapan tambang batu bara dan satu perkebunan sawit.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo membenarkan fakta tersebut. Menurutnya, daerah tangkapan air di hulu sungai mengalami perubahan fungsi karena pertambangan.
Senada, Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian LHK Ida Bagus Putera Parthama mengamini adanya kerusakan di hulu Sungai Bengkulu. Berdasarkan peta planologi, 80% daerah tangkapan air kini merupakan lahan pertanian kering campur seluas 37.858 hektare yang memperburuk daya dukung lingkungan.
“Adapun tambang hanya sekitar 2,24% atau 1.053,5 hektare dan merupakan izin pinjam pakai kawasan hutan. Dominan pertanian lahan kering. Jadi, tidak bisa juga bilang rusak karena pertambangan,” kata Putera di Jakarta, kemarin.
Untuk mengembalikan fungsi tangkapan air, Kementerian LHK akan terus melakukan rehabilitasi lahan terutama di daerah aliran sungai di Bengkulu. Direktur Konservasi Tanah dan Air Ditjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian LHK Yuliarto Joko Putranto mengatakan hingga 2019 sudah 8.000 hektare lahan di sepanjang DAS di Bengkulu yang direhabilitasi.
“Kami merehabilitasi kawasan hutan, sementara di luar hutan menjadi kewenang-an pemerintah provinsi. Ini yang memang belum banyak mendapatkan perhatian karena anggaran,” terang Yuliarto.
Dia menambahkan, rehabilitasi DAS di Bengkulu cenderung sedikit karena tidak masuk 15 daftar DAS prioritas. Meski demikian, Kementerian LHK telah membuat bangunan konservasi tanah dan air sebanyak 30 unit pada 2018.
“Walaupun tidak masuk prioritas, Bengkulu belakangan ini mendapat perhatian kami karena sering terjadi banjir dan tanah longsor.”
Yuliarto menambahkan, selain karena lebih dari 80% daerah tangkapan air di Bengkulu menjadi pertanian lahan kering campur, kondisi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor dari segi geomorfologis berupa rawa. Apabila curah hujan tinggi, permukaan air naik.
“Oleh karena itu, kami akan melakukan review tata ruang dengan daerah. Selain itu, nanti akan kami kaji memang ada juga tambang luasnya sekitar 2% dari tutupan lahan. Apakah ini memberi kontribusi terhadap terjadinya banjir, akan dikaji lebih dalam,” tutur Yuliarto.
Korban bertambah
Banjir yang melanda Bengkulu sejak Jumat (26/4) merupakan yang terparah dalam dua dekade terakhir. Korban tewas pun terus bertambah dan hingga kemarin sudah 29 orang kehilangan nyawa. Korban tewas terbanyak di Kabupaten Bengkulu Tengah yakni 22 orang, lalu di Kota Bengkulu 3 orang, Kabupaten Kepahiang 3 orang, dan Kabupaten Lebong 1 orang.
Selain korban tewas, ujar Doni Monardo mengutip data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkulu, sebanyak 13 orang juga masih dinyatakan hilang. Doni kemarin mengunjungi daerah terdampak banjir di Bengkulu.
Pihak-pihak terkait terus berusaha mencari dan menyelamatkan korban, tetapi terhalang oleh putusnya akses ke beberapa desa. “Ada beberapa desa di dua kecamatan yang belum dapat ditembus tim penanggulangan bencana sehingga saat ini masih fokus membuka jalur,” ujar Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar, kemarin.
Dia mengatakan kunjungan bersama Doni Monardo ke sejumlah desa di Kecamatan Merigi Sakti dan Pagar Jati dibatalkan karena jalur belum dapat dilalui kendaraan. Menurut Camat Merigi Sakti Ujang Safawi tanah longsor di Desa Lubuk Pendam menutup jalan lintas Provinsi Bengkulu di wilayah itu. (MY/DW/YH/X-8)
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved