Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kepala Daerah di Jatim Imbau Warga Rukun Meski Beda Pilihan

M Yakub
17/4/2019 18:10
Kepala Daerah di Jatim Imbau Warga Rukun Meski Beda Pilihan
Bupati Tuban Fathul Huda menghadiri Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) SD Bina Anak Sholeh, Senin (25/3)(MI/Ahmad Yakub)

KEPALA daerah di sejumlah kabupaten wilayah Jawa Timur mengimbau warga masyarakat tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam mengikuti pelaksanaan pesta demokrasi. Hal ini, agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga dengan baik di tengah masyarakat, meski berbeda pilihan.

Bupati Tuban Fathul Huda menyatakan, pada 2019 terdapat sejumlah agenda demokrasi yang sedang dan akan dilaksanakan, seperti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten, Rabu (17/4) ini. Selanjutnya, akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak se-Kabupaten Tuban pada 10 Juli.

Untuk itu, Bupati menginstruksikan agar seluruh aparatur pemerintah mulai dari desa/kelurahanan sampai dengan pusat untuk lebih waspada dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan. Dengan demikian, setiap desa/kelurahan mampu menyelenggarakan perlindungan masyarakat.

Selain itu, anggota Linmas juga dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya untuk lebih siap melindungi masyarakat secara arif dan bijak.

"Sehingga masyarakat secara umum sadar pentingnya keberadaan linmas pada lingkungannya, dalam rangka ketahanan nasional," ungkapnya.

Baca juga: JK: Masyarakat Tetap Rukun Pascapemilu

Huda menginstruksikan agar linmas mampu mengubah paradigma perlindungan masyarakat yang selama ini hanya bersifat responsif menjadi lebih preventif. Hal ini sebagai upaya dalam mewujudkan kesiapsiagaan di lingkungan masyarakat.

"Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap apabila timbul permasalahan sebab masyarakat yang lebih awal merasakan dampak dari suatu permasalahan," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan Bupati Lamongan Fadeli. Fadeli mengharapkan masyarakat tetap guyub dan rukun dalam pesta demokrasi ini.

"Ini pestanya demokrasi, muara dari tahapan pemilu yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Saya berharap masyarakat tetap guyub dan rukun," harap dia.

"Berbeda pilihan itu biasa. Suami dan isteri saja terkadang bisa berbeda pilihan. Saya percaya, siapapun nanti yang terpilih, itu yang terbaik dari hasil pilihan masyarakat," ujar dia.

Kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dia meminta, warga yang tidak hadir segera diajak untuk memberikan hak suaranya.

"Semoga dalam Pemilu kali ini, kehadiran pemilih di Lamongan bisa mencapai lebih dari 80%," pungkasnya selepas mencoblos di TPS 01 Kelurahan Tlogoanyar, Rabu (17/4) siang.(OL-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya