Rabu 17 April 2019, 07:00 WIB

Pemerintah Daerah Berencana Tata Tambang Intan Rakyat

. (DY/N-3) | Nusantara
 Pemerintah Daerah Berencana Tata Tambang Intan Rakyat

ANTARA FOTO/ Teresia May/
pertambangan intan tradisi-onal (pendulangan)

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menata keber-adaan pertambangan intan tradisi-onal (pendulangan) di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, menyusul seringnya terjadi bencana tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Isharwanto, kemarin. "Keberadaan tambang intan tersebut sebenarnya ilegal, tapi memang sulit kita tertibkan karena sudah menjadi mata pencaharian warga setempat sejak lama," tuturnya.

Selain tanpa izin, aktivitas tambang tradisional di wilayah itu dilakukan tanpa memperhatikan kaidah kegiatan tambang yang baik, seperti keselamat-an dan kerusakan lingkungan.

Area tambang intan tradisional itu, menurut RTRW Kota Banjarbaru, merupakan kawasan wisata dan bukan wilayah tambang serta berada di DAS purba bagian dari geosite Geopark Meratus.

Meski begitu, Isharwanto menegaskan pemerintah daerah bisa melakukan penataan dengan menerbitkan wilayah pertambangan rakyat (WPR) setelah status kawasan diubah dari kawasan wisata menjadi kawasan pertambangan.

Selanjutnya, aktivitas tambang di kawasan tersebut akan ditata sehingga memenuhi kaidah penambangan yang baik. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, bencana longsor terjadi di lokasi tambang intan Desa Pumpung Kecamatan Cempaka yang menyebabkan empat pekerja tewas.

Peristiwa seperti itu sering terjadi akibat tingginya intensitas hujan. Sebagai informasi, aktivitas tambang intan dilakukan dengan membuat lubang berkedalaman hingga belasan meter. Padahal, kondisi tanah di atasnya tidak padat karena sudah berulang kali ditambang.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel Wahyudin Ujud mendesak adanya langkah-langkah strategis dari instansi terkait guna mencegah terulangnya peristiwa tanah longsor.

"Penting dilakukan sosialisasi bagi masyarakat setempat dan juga upaya penataan tambang serta solusi mata pencaharian pengganti bagi masyarakat," tegasnya.

Di Tanah Air, Kalsel khususnya Kota Martapura dikenal sebagai penghasil berlian. Bahkan, berlian yang dihasilkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Adapun tambang rakyat di Desa Pumpung merupakan penghasil uta-ma intan Martapura. Beberapa tahun lalu kawasan ini oleh Kementerian LHK telah ditetapkan sebagai kawasan ekowisata. (DY/N-3)

Baca Juga

Dok. Yayasan KEHATI

Dukung Mangrove Blue Carbon, KEHATI Kembali Tanam Puluhan Ribu Mangrove di Pandeglang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 18:25 WIB
Berdasarkan hasil survei Yayasan KEHATI bersama Universitas Tirtayasa, Desa Panimbang Jaya dan Desa Cigorondong memiliki lahan seluas 2...
MI/DJOKO SARDJONO

BPBD Klaten akan Menggelar Apel Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 29 September 2022, 18:20 WIB
Apel siaga bencana dalam rangka antisipasi ancaman bencana hidrometeorologi itu akan diikuti unsur TNI, Polri, SAR, PMI, dan relawan...
DOK MI

Cianjur Genjot Revitalisasi Lahan Pertanian Padi

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 September 2022, 18:19 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sedang menggenjot program revitalisasi lahan pertanian padi. Tujuannya untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya