Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT tidak dijaga dan diperhatikannya saluran air menyebabkan pendangkalan pada irigasi pertanian. Akibatnya, bisa menghambat proses pengolahan lahan petani, apa lagi saat musim kemarau tiba.banyak lahan yang membutuhkan air, namun air tidak mengalir ke persawahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti, saat menghadiri tasyakuran normaslisasi saluran Balai Wilayah Sungai (BSW) 13 E Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tani Subur, di lapak bawang Sarotun, Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kamis (28/3).
"Perlu dilakukan langkah yang tepat serta efektif guna memperlancar pengairan, yaitu melalui normalisasi irigasi," ujar Idza.
Idza menuturkan pedangkalan saluran air merupakan permasalahan klasik yang disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya tumpukan sampah, juga masih adanya sebagian masyarakat yang belum sadar akan kebersihan dengan membuang sampah di saluran air.
"Sehubungan telah selesainya pekerjaan normalisasi saluran tersier BSW 13 E oleh P3A Desa Luwungragi, kami berharap menjadi pemicu bagi kelompok tani lain agar lebih giat memelihara saluran air yang ada," harap Idza.
Baca juga: Dikelola Amatiran, Sampah Jadi Bencana
Bupati menyampaikan, dengan normalisasi, saluran air dapat berfungsi agar air mengalir dengan baik memenuhi kebutuhan petani. Karena saluran irigasi merupakan salah satu faktor penunjang dalam bidang usaha pertanian.
"Saluran irigasi penting dalam bidang pertanian, tanpa adanya sistem irigasi, usaha pertanian tidak akan berjalan maksimal," jelasnya.
Ketua P3A Tani Subur Desa Luwungragi, Kustino, menyebut luas area normalisasi irigasi 144 ha. Dengan rincian Desa Luwungragi 140 ha, Siwuluh 1 ha, Klampok 3 ha. Khusus Desa Luwungragi untuk lahan padi 110 ha, bawang 25 ha, rupa-rupa 5 ha. Dengan Jumlah 140 ha.
"Peminjaman alat berat seperti beko, dipinjam mulai 30 Januari sampai 31 Maret. Pengerjaannya dilakukan mulai 1 Februari sampai 31 Maret." ujar Kustino.
Kustino merinci hasil pengerjaan normalisasi tahap pertama 1.200 meter, kedua 1.500 m, ketiga 300 m, keempat 1.550 m, kelima 950 meter, dengan jumlah panjang 5.500 m. Kemudian hasil normalisasi pembuang 800 m, jadi total hasil pekerjaan semuanya adalah 6.300 m.
"Pekerjaan rampungkan 59 hari dengan biaya sekitar Rp50.150.000. Rata-rata biaya yang dikeluarkan perhari sebesar Rp 850.0000, peminjaman alat gratis dari pemerintah, lainnya swadaya masyarakat," terang Kustino.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Muhammad Furqon, berterima kasih kepada masyarakat Desa Luwungragi, terutama P3A Tani Subur, atas rampungnya normalisasi irigasi tersier.
"Kami hanya menyediakan alat sedangkan pengerjaan atau biaya operasional kita kembalikan kepada masyarakat. Alat tersebut kita pinjami secara gratis sebagai bentuk dukungan pemerintah, agar petani Brebes lebih maju dan sejahtera," ucap Furqon.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan alat pertanian berupa pompa air, traktor, dan mesin penanam padi secara simbolis oleh Bupati Brebes kepada Ketua P3A Tani Subur. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved