Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mengatasi krisis air bersih, program master meter untuk air minum komunal di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, diresmikan, Jumat (22/3). Program ini akan menyediakan air minum bagi 6.000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui 1.200 sambungan rumah.
Peresmian program ini dilakukan oleh Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Erin E Mckee, Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, Konsul Jenderal AS di Surabaya, Mark McGovern, Direktur Pelayanan PDAM Surabaya, Anizar Firmadi, dan Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI), Titie Sadarini.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development goals/SDG's) ke-6 sangat jelas, yaitu 'Air untuk semua pada 2030'. Hal ini berarti tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal.
Namun, hingga hari ini, miliaran orang masih hidup tanpa akses air minum aman.
Hari Air Sedunia 2019 berfokus pada upaya untuk mengatasi krisis air dengan cara menyelesaikan masalah mengapa masih banyak orang tertinggal, terutama MBR yang sering terlupakan dan kadang menghadapi tantangan untuk mengakses air aman dan berkelanjutan.
Penyakit mematikan ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi yang dikonsumsi karena kurangnya akses terhadap sumber air minum aman.
Masalah lainnya meliputi kurangnya akses terhadap air; air sering tersedia tapi tidak terjangkau; MBR di perkotaan sering menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk air.
"Kita semua mengetahui, air bersih penting untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari," ujar Direktur USAID Indonesia, Erin E McKee, dalam keterangannya, Jumat (22/3).
"Tahun ini menandai 70 tahun hubungan AS dan Indonesia, dan kami bangga bahwa kami telah bermitra dengan Pemerintah Indonesia, dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi hampir 5 juta penduduk Indonesia.
Kami ingin melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mencapai SDG's di bidang air minum, sanitasi dan perilaku higienis pada 2030 dan memastikan akses setara bagi kelompok miskin dan terpinggirkan," ujar McKee.
Peresmian program Master Meter merupakan perayaan Hari Air Sedunia 2019, yang tahun ini berfokus mendalami mengapa banyak orang tertinggal dan bagaimana akses terhadap air minum dan sanitasi, serta pengelolaan air secara berkelanjutan dapat mendorong perubahan yang lebih besar.
Baca juga: Presiden Pastikan Proses Rekonstruksi Lombok Berjalan Lancar
Melalui kemitraan multipihak yang melibatkan USAID IUWash Plus, PDAM Surabaya, dan beberapa mitra swasta, termasuk CCFI, program master meter terus dikembangkan.
Program tersebut menyediakan solusi alternatif untuk melayani MBR perkotaan yang sering tinggal di permukiman informal (dan akibatnya tidak dapat memiliki lahan) sehingga menyulitkan PDAM untuk menyediakan akses melalui sambungan reguler.
Melalui program ini, PDAM menyediakan infrastruktur dan layanan hingga ke master meter, dan masyarakat dengan dukungan dari program terkait akan mengelola distribusi air, termasuk operasional dan pemeliharaannya.
Direktur Pelayanan PDAM, Anizar Firmadi, mengatakan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menyediakan akses yang terjangkau bagi semua, termasuk MBR.
"Tingkat akses air minum di Surabaya saat ini sudah mencapai 98%, sebagian besar sisanya berada di area yang sulit.
Program master meter merupakan salah satu terobosan untuk mencapai akses 100%," katanya.
"Kami menghargai kemitraan dengan AS untuk penanganan layanan esensial, seperti air minum, yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kami mengapresiasi program ini di Surabaya, di mana pemerintah, donor, dan swasta berkolaborasi untuk memberikan layanan air minum bagi MBR melalui program master meter.
Kami berharapinisiatif ini dapat direplikasi di kota lain di Indonesia sehingga dapat mempercepat pencapaian akses universal," ujar Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti.
"Komitmen kami adalah membangun negeri bersama, dan hal ini juga sesuai dengan tujuan kami pada 2020, yaitu mengembalikan air yang kami gunakan untuk produksi minuman kami dengan aman kepada masyarakat dan alam.
Sebagai bagian dari program keberlanjutan, melalui kemitraan dengan USAID Iuwash Plus, Coca-Cola turut mendukung pembangunan sistem master meter yang akan meningkatkan akses air minum bagi masyarakat di wilayah ini dan sekitarnya.
Sekitar 880 rumah tangga akan mendapat dampak dari program ini," ujar Ketua Pelaksana CCFI, Titie Sadarini.
Kemitraan keberlanjutan untuk program Master Meter di Surabaya diharapkan mampu membangun sekitar 30 sistem master meter yang melayani lebih dari 6.000 masyarakat, di mana 20 di antaranya didukung oleh CCFI. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved