Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Bank Kalsel menetapkan kebijakan efisiensi menyusul terjadinya penurunan laba bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.
Efisiensi dilakukan di berbagai bidang termasuk pemberhentian dua anggota direksi dan satu komisaris Bank Kalsel.
Hal ini dikemukakan Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabaruddin, Kamis (28/2), saat menyampaikan hasil RUPS Luar Biasa Bank Kalsel yang diikuti para pemegang saham baik Pemprov maupun Pemkab/Pemkot se-Kalsel.
"Salah satu hasil RUPS ini adalah penerapan efisiensi termasuk pemberhentian dua direksi dan satu komisaris," ungkapnya.
Kebijakan ini diambil salah satunya akibat terjadinya penurunan keuntungan bisnis Bank Kalsel 2018 dibanding tahun sebelumnya. Namun Agus menjamin kebijakan ini tidak berdampak pada pengurangan (rasionalisasi) karyawan bank.
"Tidak ada rasionalisasi, seperti isu berkembang. Justru Bank Kalsel menambah karyawan," ujarnya.
Baca juga: Bank Aceh Diminta Tingkatkan Pembiayaan UMKM
Selain itu pencopotan tiga posisi itu karena pemegang saham ingin efisiensi kedudukan di Bank Kalsel, sehingga komisaris dan direksi masing-masing punya tiga posisi. RUPS, lanjutnya, sebagai forum tertinggi yang punya kekuatan penuh merombak susunan direksi sebuah perusahaan.
Pemegang saham punya pertimbangan sendiri dan itu dinilai sah-sah saja dilakukan.
"Saya tidak tahu tentang alasan persis. Semua itu wewenang dan hak penuh para pemegang saham," bebernya.
Dua direksi dan satu komisaris yang dicopot yakni Direktur Operasional Gusti Agus Permana, Direktur Bisnis Rudi Syahrinsyah, serta Komisaris Independen Zulfadli Gazali. Untuk posisi Direktur Operasional, kini masih dalam proses lelang.
Terkait kinerja Bank Kalsel tahun lalu, tercatat terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tergambar pada sisi keuntungan bisnis Bank Kalsel menurun sekitar 35,6%, kredit mikro melorot sekitar 17% dan kredit konsumsif turun hingga Rp23,4 miliar. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved