Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Laba Menurun Direksi dan Komisaris Bank Kalsel Diberhentikan

Denny S
01/3/2019 12:15
Laba Menurun Direksi dan Komisaris Bank Kalsel Diberhentikan
(Ist)

HASIL Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Bank Kalsel menetapkan kebijakan efisiensi menyusul terjadinya penurunan laba  bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut. 

Efisiensi dilakukan di berbagai bidang termasuk pemberhentian dua anggota direksi dan satu komisaris Bank Kalsel.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabaruddin, Kamis (28/2), saat menyampaikan hasil RUPS Luar Biasa Bank Kalsel yang diikuti para pemegang saham baik Pemprov maupun Pemkab/Pemkot se-Kalsel. 

"Salah satu hasil RUPS ini adalah penerapan efisiensi termasuk pemberhentian dua direksi dan satu komisaris," ungkapnya.

Kebijakan ini diambil salah satunya akibat terjadinya penurunan keuntungan bisnis  Bank Kalsel 2018 dibanding tahun sebelumnya. Namun Agus menjamin kebijakan ini tidak berdampak pada pengurangan (rasionalisasi) karyawan bank.

"Tidak ada rasionalisasi, seperti isu berkembang. Justru Bank Kalsel menambah karyawan," ujarnya.

 

Baca juga: Bank Aceh Diminta Tingkatkan Pembiayaan UMKM

 

Selain itu pencopotan tiga posisi itu karena pemegang saham ingin efisiensi kedudukan di Bank Kalsel, sehingga komisaris dan direksi masing-masing punya tiga posisi. RUPS, lanjutnya, sebagai forum tertinggi yang punya kekuatan penuh merombak susunan direksi sebuah perusahaan.

Pemegang saham punya pertimbangan sendiri dan itu dinilai sah-sah saja dilakukan. 

"Saya tidak tahu tentang alasan persis. Semua itu wewenang dan hak penuh para pemegang saham," bebernya.

Dua direksi dan satu komisaris yang dicopot yakni Direktur Operasional Gusti Agus Permana, Direktur Bisnis Rudi Syahrinsyah, serta Komisaris Independen Zulfadli Gazali. Untuk posisi Direktur Operasional, kini masih dalam proses lelang.

Terkait kinerja Bank Kalsel tahun lalu, tercatat terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tergambar pada sisi keuntungan bisnis Bank Kalsel menurun sekitar 35,6%, kredit mikro melorot sekitar 17% dan kredit konsumsif turun hingga Rp23,4 miliar. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya