Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan sedang fokus membenahi sejumlah destinasi wisata unggulan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.
Di samping itu, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi untuk membuka akses seluas-luasnya bagi turis asing masuk ke Sulsel.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah membenahi berbagai destinasi wisata andalan, seperti wisata budaya di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Tana Toraja serta wisata bahari di Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba.
Pemprov Sulsel juga mendorong pemerintah kabupaten/kota dan kalangan pengusaha untuk mengembangkan destinasi wisata lokal.
"Ya untuk mendongkrak kunjungan wisman, ini sementara Tanjung Bira kita benahi, begitu juga Toraja. Kita juga terus mendorong teman-teman pengusaha untuk melakukan investasi, membuka usaha di sana," ujar Nurdin, Kamis (14/2).
Tidak cuma menyasar peningkatan kunjungan wisman, Sulsel juga menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan lokal. Karena banyak potensi destinasi wisata lokal yang belum dioptimalkan.
Di antaranya yakni Air Terjun Bantimurung, Kabupaten Maros dan permandian air panas di Lejja, Kabupaten Soppeng.
Baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Warga KRB III Giatkan Ronda Malam
"Yang seperti itu kan belum dimanfaatkan maksimal, itu bisa untuk turis lokal. Coba seandainya ada yang melakukan investasi di sana, membangun hotel. Ya namanya wisata sehat, pasti seiring itu akan tumbuh banyak kearifan lokal," urai Nurdin.
Lebih jauh, Gubernur Nurdin menyampaikan pembukaan akses ke Sulsel juga menjadi prioritas untuk menggairahkan sektor pariwisata. Untuk tahun ini, pihaknya optimistis kunjungan turis asal Jepang akan meningkat menyusul rencana pembukaan penerbangan langsung dengan rute Makassar-Tokyo pada Juni 2019.
Terbukanya akses penerbangan Makassar-Tokyo yang juga terkoneksi dengan Bali diyakini berdampak langsung pada sektor pariwisata Sulsel. Sepanjang 2018, dari total 6 juta wisman ke Pulau Dewata, Gubernur Nurdin menyebut hanya 4% yang juga turut berkunjung ke Sulsel. Olehnya itu, dengan adanya penerbangan langsung ke dan dari Jepang, Makassar akan lebih mendapatkan perhatian.
"Kalau sudah terealisasi (penerbangan langsung rute Makassar-Jepang), kita akan buat promosi wisata di Jepang. Kita libatkan ASITA dan industri-industri pariwisata lainnya," terang dia.
Tidak berhenti di situ, Gubernur Nurdin mengimbuhkan pihaknya akan berupaya membuka akses dari dan ke negara lainnya. Di antaranya yang paling potensial yakni Australia. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved