Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 40 titik api indikator kebakaran hutan dan lahan membara di Riau. Sehingga total luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 302,01 hektare.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Sukisno mengatakan titik panas atau hotspot di wilayah Riau yang terdeteksi satelit terra dan aqua melonjak drastis dari 11 titik panas pada Selasa (12/2) menjadi 49 titik panas pada Rabu (13/2).
Dari 49 titik itu sebanyak 40 titik dipercaya sebagai titik api dengan tingkat kepercayaan lebih dari 70%.
"Tingkat kepercayaan lebih dari 70% maka disebut sebagai titik api karhutla," ungkapnya.
Dijelaskannya, dari 49 titik panas itu, sebanyak 34 titik ditemukan di Bengkalis persisnya di Pulau Rupat. Kemudian, sebanyak 9 titik di Kota Dumai, lalu 4 titik panas di Kepulauan Meranti, dan sebanyak 2 titik panas di Indragiri Hilir.
Sementara sebanyak 40 titik yang diyakini sebagai titik api karhutla tersebar di Bengkalis sebanyak 31 titik, Dumai sebanyak 7 titik, dan Kepulauan Meranti sebanyak 2 titik api.
"Semua titik api berada di Riau bagian pesisir," jelasnya.
Baca juga: Sembilan Titik Panas Terdeteksi di Riau
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan hingga saat ini tercatat seluas 302,01 hektare lahan ludes terbakar di Riau.
"Daerah yang terluas terbakar terdapat di Bengkalis 137 hektare, Rokan Hilir 112 hektare, Dumai 21 hektare, Pekanbaru 16,01 hektare, Kampar 14 hektare, dan Meranti seluas 2 hektare," jelas Edwar.
Sejauh ini, lanjutnya, tim pemadam di lapangan masih bekerja menangani karhutla di Kabupaten Bengkalis. Pemadaman hanya dilakukan lewat darat lantaran helikopter Bell 412 bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dipinjamkan untuk melakukan pemadaman hutan kota di Batam, Kepulauan Riau.
"Helikopter Bell 412 dari KLHK saat ini direposisi melakukan pemadaman di Batam," ujar Edwar.
Edwar menegaskan pihaknya siap mengatasi bencana karhutla di Riau. Berdasarkan pengalaman selama 4 tahun terakhir, Karhutla dapat ditekan dengan upaya pencegahan sedari dini.
"Kami upayakan sosialisasi dan meningkatkan patroli bersama untuk mencegah terjadinya Karhutla di Riau," pungkasnya.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved