Selasa 12 Februari 2019, 19:55 WIB

Aneh, PN Makassar Bebaskan Gembong Narkoba

Lina Herlina | Nusantara
Aneh, PN Makassar Bebaskan Gembong Narkoba

Ist

 

HAKIM Pengadilan Negeri Makassar, Rika Mona Pandegirot, memvonis bebas gembong narkoba asal Kabupaten Pinrang, bernama Syamsul Rizal alias La Kijang, 32, pada 8 Januari lalu.

Dari laman resmi Pengadilan Negeri Makassar, putusan tersebut baru diumumkan Senin (11/2) kemarin dengan nomor perkara 434/Pid.Sus/2018/PN Mks. Dalam putusan disebutkan, Kijang tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan pertama, kedua, dan ketiga.

Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan, dan memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Bahkan, dalam putusan juga disebutkan agar memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat, serta martabatnya. Serta membebankan biaya perkara kepada negara.

Sebelumnya, Kijang dibekuk Tim Narkoba Polda Sulsel di Sungai Nyamuk, Desa Bambanga, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 28 Mei 2018. Kijang sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pinrang sejak April 2016 lalu. Penangkapan Kijang bermula dari adanya informasi bahwa ia sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat dari perbatasan Filipina menuju Sungai Nyamuk.

Kijang adalah bandar besar dari jaringan Cullang, seorang bandar narkotika beromzet Rp1,2 triliun yang ditembak mati di wilayah Pasangkayu, Sulawesi Barat. Setelah Cullang ditembak mati Agustus 2017 dan sebelum Kijang ditangkap, Polda Sulsel juga menangkap rekan Cullang dan Kijang di Kota Medan dengan barang bukti sabu 5 kilogram.


Baca juga: Polres Medan Buru 9 Pelaku Pembunuhan Anggota IPK


Karena putusan bebas terhadap kasus tersebut, jaksa dalam kasus tersebut, Andi Herani Gali, mengaku sudah memasukkan memori kasasi tiga pekan setelah vonis dijatuhkan hakim.

"Jadi dua minggu setelah sidang, kita sudah bilang ajukan kasasi, lalu seminggu kemudian, kami masukkan memori kasisinya," sebut Herani.

Alasannya, karena memang bersalah melakukan tindak pidana, melakukan permufakatan jahat menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

Perbuatan terdakwa dinyatakan melanggar sebagaimana diatur dala Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan pertama. Bahkan, pada sidang tuntutan 13 Desember 2018, jaksa menuntut Kijang yang dengan pidana penjara selama enam tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan dan denda sebesar Rp1 miliar, subsider dua bulan penjara.

"Jadi kita tunggu putusan dari sidang kasasinya," pungkas Herani.

Menanggapi bebasnya gembong narkoba dengan barang bukti besar itu, AKBP Ustim Pangarian, Kabid Brantas BNNP Sulsel, angkat bicara. Menurutnya, itu hal yang tidak wajar, karena penetapan terdakwa itu sudah melalui dua tahapan, dari kepolisian dan kejaksaan.

"Tapi kami juga tidak tahu alasan dan perimbangan hakim memberi hukuman bebas, padahal harusnya ia bisa diberi efek jera, ditengah negara ini sedang gencar-gencarnya memberantas narkoba," tandas Ustim. (OL-1)

Baca Juga

MI/Dok Humas Pemprov NTT

Menhan Prabowo Tinjau Politeknik Unhan di Atambua

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 07:13 WIB
Prabowo meninjau politeknik di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak tersebut sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo dalam waktu...
DOK Pribadi.

Perusahaan Logistik Bantu Program Penanaman 50 Juta Pohon Jabar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 07:00 WIB
Target penanaman pohon di Jawa Barat dapat terwujud berkat kerja sama antara pemerintahan, Polri/TNI, sekolah, komunitas, dan...
Medcom

Guru Honorer yang Bakar Sekolah karena tidak Dibayar Akhrinya Terima Honor dari Disdik Garut

👤Kristiadi 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 06:56 WIB
Dia berharap uang tersebut bisa mengobati sakit hati dan kekesalan yang dirasakannya selama MA menngajar di sekolah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya