Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

BNPB: Pencegahan Bencana Karhutla Harus Sedari Dini

Rudi Kurniawansyah
08/2/2019 18:50
BNPB: Pencegahan Bencana Karhutla Harus Sedari Dini
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menegaskan pencegahan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilaksanakan sedari dini.

Pemerintah daerah bersama-sama seluruh pemangku kepentingan termasuk perusahaan, TNI dan Polri, serta masyarakat harus mulai melakukan persiapan mengantisipasi karhutla.

"Sebab apabila sudah terjadi, maka bencana karhutla itu menimbulkan kerugian yang besar. Karena itu, semua pihak yang bertanggung jawab dengan karhutla harus melakukan persiapan sejak dini," kata Doni di Pekanbaru, Jumat (8/2).

Doni menjelaskan, kerugian yang tercatat akibat bencana asap dari karhutla di Sumatra dan Kalimantan mencapai Rp250 triliun. Pembakaran secara sengaja untuk pembukaan lahan perkebunan pada musim kemarau menjadi penyebabnya.

Oleh karena itu, perlu kerja sama dari segenap unsur yang terkait untuk melakukan pencegahan sedari dini.


Baca juga: Marak Pembakaran Kendaraan di Jateng, Polres Brebes Gelar Razia


"Apalagi berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) , musim kemarau pada 2019 akan datang lebih awal. Semua pihak harus terus memantau informasi dari BMKG ini," jelasnya.

Doni mengingatkan, tindakan pencegahan sedari awal penting dilakukan demi meminimalisasi dampak dan kerugian saat bencana itu terjadi.

"Jangan sampai menunggu kejadian. Saat ada kebakaran baru mengambil tindakan. Itu sudah terlambat," ungkap Doni.

Ia juga mengimbau peran aktif dari seluruh perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau untuk melakukan pencegahan karhutla. Perusahaan juga diminta untuk membantu pemerintah dalam mengatasi karhutla yang sedang terjadi. Di antaranya dengan penyediaan helikopter untuk pemadaman.

"Jangan hanya menunggu bantuan dari pemerintah pusat," ujar Doni.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, mengatakan, pada 2019 ini karhutla di Riau telah menghanguskan lahan seluas 124,5 hektare. Tim BPBD Riau bersama-sama instansi terkait berhasil melakukan upaya penanganan dengan melaksanakan pemadaman secara cepat.

"Untuk sosialisasi pencegahan kita berharap kawan-kawan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain untuk turut bekerja. Sejauh ini, kita untuk aksi penanganan bencana telah bergerak cepat melakukan pemadaman," ungkap Edwar. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya