Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK anggapan tamaman pertanian akan sulit hidup di lahan pertambangan karena lahan yang tercemar. Namun, anggapan itu terpatahkan dengan keberhasilan panen raya padi di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang berdekatan dengan titik sumur migas NKT-A PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Cuaca Kabupaten Blora yang biasanya mendung dan hujan, hari itu terlihat cerah dengan sinar matahari memancar dari arah timur. Suasana di areal pertambangan migas di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Blora lebih ramai dari biasanya, para petani tampak bergembira karena hari ini akan dilakukan panen raya padi.
Meski tidak jauh dari titik sumur migas NKT-A yang berada di bawah PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, tanaman padi organik varietas Sintanur ini terlihat subur dengan butiran padi yang menguning dan telah siap panen mendahului tanaman padi di kawasan lain yang belum memasuki musim panen.
Belum terlalu siang, rombongan Bupati Djoko Nugroho yang terlihat menggunakan bus bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti dan sejumlah pejabat dari PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu tampak hadir dalam panen raya perdana di lokasi budidaya padi organik di lokasi itu.
Baca juga: Sultra-DKI Kerja Sama Sapi Potong
"Panen perdana ini cukup memuaskan, pertanian hasil pelatihan dan pendampingan dari Pertamina serta Dinas Pertanian menghasilkan panen padi organik 8-9 ton per hektare," kata ketua kelompok tani Bina Alamsri Surat.
Penanaman padi varietas Sintanur, lanjut Surat, menggunakan perawatan pupuk organik, yakni semua bahan pupuknya didapat dari alam sekitar, pupuk cair organik dibuat sendiri oleh para petani sesuai pelatihan, sehingga lebih hemat dan dan menghasilkan panen lebih banyak dibanding sawah yang menggunakan pupuk kimia hanya bisa menghasilkan gabah sebanyak 7 ton per hektar.
Selain lebih menguntungkan bagi petani, ujar Surat, juga dengan sistem of Rice Intensification (SRI) Organik ini mampu menjaga kesiburan lahan karena unsur haranya semakin banyak akibat pemberian pupuk organik.
General Manager PT Pertamina Asset 4 Cepu Agus Amperianto usai panen raya mengatakan program CSR Pertamina untuk para petani di Desa Bajo srbanyak 47 petani, selain budidaya padi SRI Organik juga ada pelatihan penanaman sayuran organik dan tanaman obat keluarga (Toga) sebagai alternatif pengobatan tradisional yang menyehatkan.
"Kami berharap dengan adanya CSR ini dapat meningkatkan perekonomian para petani, meningkatkan pendapatan dan memperkecil biaya produksi karena konsep pertanian organik ini kedepan bisa direplikasi ke petani lainnya," kata Agus Amperianto.
Bupati Djoko Nugroho dalam kesempatan yang sama berhatap agar konsep pertanian SRI Organik ini bisa ditularkan se petani-petani lainnya agar Blora bisa lebih swasembada beras dan ramah lingkungan.
"Saya bangga dan merasa senang dengan hasil yang dicapai, meskipun tidak gauh dari titik pengeboran migas tapi budidaya tanaman organik ini berhasil," imbuhnya.
Kabupaten Blora setiap tahun mampu memproduksi gabah sebanyak 600.000 ton atau beras sebanyak 450.000 ton, kata Djoko Nugroho. Namun, konsumsi warga Blora hanya 23%, sehingga 70% lebih hasil panen petani di sini dapat dijual keluar daerah.
"Jika hasil ini bisa ditingkatkan lagi dengan konsep SRI Organik, maka saya yakin Blora akan menjadi lumbung padi yang lebih besar dan menyehatkan, saya ingin Desa ini menjadi rujukan petani dari wilayah lain," lanjut Djoko Nugroho. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved