Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA habib di Situbondo, Jawa Timur, menegaskan dukungannya kepada Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan pertimbangan kualitas karakter manusianya.
"Ada banyak alasan para habib mendukung pasangan capres-cawapres menjadi pemimpin nasional, salah satunya yang prinsip adalah kualitas karakter manusianya," kata Habib Sayid Al Mahdali yang mewakili para habib untuk menyampaikan sambutannya, pada acara deklarasi dukungan para habib kepada calon Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Situbondo, Minggu (27/1).
Deklarasi tersebut dihadiri Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi.
Menurut Habib Sayid Al Mahdali, kualitas karakter manusia ada tiga, yakni karakter ibadahnya, karakter akhlaknya, serta karakter ilmunya.
"Masyarakat bisa membandingkan mana yang baik. Tiga karakter ini bisa menentukan dan bisa dicari karena mereka hidup di zaman kita. Jadi, kita tahu kualitas terbaik dari sisi akhlak, sisi ibadah, dan sisi ilmu. Karakter Bapak Jokowi lebih unggul jika dibandingkan dengan yang lainnya," kata Habib Sayid Ali.
Baca juga: Semua Habib Dukung 02, Fahri Almusawa: Itu Hanya Klaim
Dia menegaskan, pertimbangan ini yang membuat para habib mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, karena mereka memiliki ketiga karakter itu.
Habib Toha bin Habun Almuhdar menambahkan, kerja Presiden Jokowi sudah nyata dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
"Semoga dengan hasil kerja nyata yang telah direalisasikan kepada masyarakat, sehingga akan terpilih lagi pada Pemilu 2019," kata Habib Thoha.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menanggapi deklarasi itu, mengatakan pihaknya berharap para habib bersedia untuk terus menjernihkan cerita-cerita hoaks yang selalu disematkan kepada Jokowi-Amin.
"Kalau semua cerita hoaks itu dibiarkan, maka bisa terjadi perpecahan bangsa. Padahal bangsa kita ini membutuhkan persatuan untuk pembangunan ke depan," kata Djarot. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved