Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Agen Perjalanan dan Tur Indonesia (Asita) Riau menggelar pertemuan dengan maskapai penerbangan terkait kenaikan harga tiket pesawat dan penghapusan bagasi gratis.
Hadir dalam pertemuan itu, General Manager (GM) PT Garuda Indonesia Cabang Pekanbaru Agung Anugerah, Branch Manager (BM) Lion Air Pekanbaru Novianti, serta District Manager (DM) Citilink Pekanbaru Dedek Andriani. Pertemuan itu dipimpin Ketua Asita Riau Dede Firmansyah. Selain itu turut hadir sejumlah pimpinan agent pernjalanan yang juga anggota Asita Riau.
"Dalam pertemuan ini, kita minta informasi langsung dari para pimpinan maskapai di Pekanbaru. Alhamdulillah langsung dari GM, BM, dan DM nya datang langsung tanpa perwakilan," kata Ketua Asita Riau Dede Firmansyah di Pekanbaru, Sabtu (26/1).
Dijelaskannya, dalam pertemuan itu, Asita Riau dan pihak maskapai saling memberi masukan terkait permasalahan yang saat ini tengah hangat.
"Kita bahas soal harga tiket naik, insentif yang dihapuskan, dan bagasi gratis yang sudah tidak diberlakukan lagi, kenapa sampai seperti itu, solusinya seperti apa?" ungkapnya.
Baca juga: Jalan ke Lokasi Wisata di Kupang Nyaris Putus Diterjang Gelombang
Dede mengatakan, maskapai yang hadir memang tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, setiap kebijakan airline ditentukan manajemen airlines yang ada di Jakarta. Namun diharapkan dengan audiensi ini dapat mempengaruhi kebijakan yang sudah ada.
"Paling tidak kita harapkan dapat diusulkan langsung ke kebijakan pusat. Karena kenaikan tiket dan memberlakukan bagasi berbayar ini kan multiplier efek berdampak ke hotel, penjualan oleh-oleh juga, penjualan souvenir bagaimana? Jadi kita coba mengetuk hati para pengambil kebijakan untuk benar-benar peduli kepada UMKM, dalam hal ini travel agent juga," ungkapnya.
Menurut Dede, hasil dari pertemuan itu akan langsung dikirimkan ke Asita pusat di Jakarta.
"Kita laporkan langsung ke Asita pusat. Karena kita inginnya kan semua travel agent dapat profit juga. Inginnya ada keberpihakan dari maskapai terhadap kita mitra kerjanya, sehingga tetap saling menguntungkan," jelasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved