Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan seluruh sekolah di wilayahnya untuk mewaspadai genangan atau tampungan air yang menjadi tempat berkembangnya nyamuk aedes aegypti.
"Saya sudah buat surat edaran ke daerah terkait demam berdarah (DBD) di Jawa Tengah, agar ada jumantik di setiap keluarga. Lalu kepada sekolah juga harus waspada, karena di lingkungannya pada musim hujan banyak genangan, tampungan air, yang menjadi sarang nyamuk. Terutama pada pagi hingga siang hari, yang menjadi waktu nyamuk itu mengancam anak-anak," tegas Ganjar menjawab Media Indonesia usai memimpin rakor kepala daerah yang menjadi bagian kader partai koalisi pemenangan Jokowi-Amin, di Solo, Sabtu (26/1) siang.
Menurut dia, persoalan sebaran demam berdarah menjadi perhatian serius Pemprov Jateng bersama 35 daerah di provinsi ini, seiring dengan kasus KLB DBD di kabupaten Sragen.
Baca juga: Cegah DBD, Klaten Intensifkan Program RW Sehat
Dalam kasus DBD di Kabupaten Sukowati, memunculkan tiga korban penderita meninggal dunia dan hampir 400 warga terpapar, kini dalam perawatan. Untuk itu, pemkab telah membentuk Posko Penanggulangan DBD dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten.
"Jadi semua serius, keroyokan untuk memberantas sarang nyamuk secara bersama, agar sebaran bisa ditekan dan tidak lagi muncul korban baru. Setiap keluarga harus memiliki satu jumantik, sehingga kebersihan terjaga, genangan air tidak ada lagi," imbuh gubernur berambut putih itu.
Daerah, lanjut Ganjar, harus terus melakukan sosialisasi kepada warga pada musim hujan yang memantik pertumbuhan jentik-jentik nyamuk.
"Pokoknya harus dikeroyok ramai-ramai, gerakan PSN harus masif, dan jumantik harus lebih berdaya," pungkasnya.(OL-5)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Maret mengalami peningkatan dibandingkan Februari.
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved