Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BULOG Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terus menyuplai beras melalui operasi pasar (OP) yang merupakan bagin dari program ketersediaan pangan dan stabilisasi harga (KPSH).
Hingga Minggu (13/1), sudah 1.200 ton beras medium yang digelontorkan ke pasar dengan harga Rp8.100 per kilogram (kg) di Gudang Bulog. Sementara di pasaran dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp9.450 per kg.
Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi mengatakan bahwa pihaknya mulai mengeluarkan stok yang ada sejak Jumat (4/1) lalu.
"Kami memiliki stok hasil penyerapan pangan pada 2018 cukup banyak sebanyak 17 ribu ton. Dari stok tersebut, 1.200 ton di antaranya telah keluar untuk OP melalui program KPSH," jelas Sony, Minggu (13/1).
Baca juga: Bulog pastikan tidak Ada Impor Beras Sampai Juli
Menurut Sony, beras medium yang digelontorkan ke 4 kabupaten yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap tersebut langsung melalui pasar, rumah pangan kita (RPK), kios, toko dan lainnya.
"Kami menjual di gudang dengan harga Rp8.100 per kg. Dengan melalui program KPSH tersebut, harga jual beras medium harus di bawah HET yang
ditetapkan yakni Rp9.450 per kg," ujarnya.
Dengan semakin banyaknya gelontoran beras medium ke pasaran, harga beras bisa lebih terkendali. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir, harga beras agak naik akibat musim paceklik yang tengah melanda.
"Saat sekarang umumnya petani masih menanam padi dan belum memasuki panen. Musim panen diperkirakan baru akan terjadi pada Maret mendatang," tambahnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved