Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Harga Beras di Kabupaten Sukabumi Rata-rata Naik

Benny Bastiandy
10/1/2019 13:55
Harga Beras di Kabupaten Sukabumi Rata-rata Naik
(MI/Benny Bastiandy)

HARGA komoditas beras premium dan medium di sejumlah pasar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pekan ini rata-rata terpantau naik. Penaikan diduga dipicu tersendatnya pasokan sehingga persediaan berkurang.

Berdasarkan data pada Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Sukabumi, penaikan beras premium terjadi di Pasar Cisaat yang semula Rp11 ribu naik jadi Rp11.500 per kilogram, di Pasar Cibadak semula Rp11 ribu menjadi Rp11.200 per kilogram, dan di Pasar Palabuhanratu semula Rp10 ribu menjadi Rp11 ribu. 

Sementara di pasar lainnya harga terpantau stabil. Seperti di Pasar Parungkuda harga beras premium di kisaran Rp10.500 per kg, di Pasar Cicurug di kisaran Rp10.800 per kg, di Pasar Sukaraja di kisaran Rp11 ribu per kg, di Pasar Surade Rp10 ribu per kg, dan di Pasar Sagaranten di kisaran Rp10 ribu per kg.

"Kalau dirata-ratakan, besaran penaikan beras premium pekan ini semula Rp10.538 menjadi Rp10.750 per kg," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Sukabumi, Ela Nurlaela, Kamis (10/1).

 

Baca juga: Stok Beras Bulog untuk Jaga Keseimbangan Harga

 

Kondisi serupa terjadi pada komoditas beras medium. Penaikan harga beras medium terjadi di Pasar Cisaat semula Rp9 ribu menjadi Rp9.500 per kg, di Pasar Cibadak semula Rp10 ribu menjadi Rp10.400 per kg, dan di Pasar Palabuhanratu semula Rp9 ribu menjadi Rp10 ribu per kg. 

Sementara di pasar lainnya harga beras medium terpantau stabil seperti di Pasar Parungkuda masih stabil di kisaran Rp9 ribu per kg, di Pasar Cicurug Rp9.500 per kg, di Pasar Sukaraja Rp9 ribu per kg, di Pasar Surade Rp9.500 per kg, dan di Pasar Sagaranten di kisaran Rp9 ribu per kg. Rata-rata harga beras medium pekan ini naik dari semula Rp9.250 menjadi Rp9.488 per kg.

"Dari laporan sementara, naiknya rata-rata harga beras premium dan medium pekan ini dipicu berkurangnya pasokan. Bisa jadi karena terpengaruh belum terjadinya panen di tingkat petani," tutur Ela.

Namun Ela memastikan, naiknya harga beras pekan ini tidak sampai menimbulkan gejolak. Pasalnya, ketersediaan beras yang ada saat ini masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Persediaan masih cukup sehingga barangnya masih bisa diperoleh masyarakat," ujarnya.

Potensi produksi beras di Kabupaten Sukabumi terbilang cukup tinggi. Produksinya tak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik saja, tapi juga memenuhi kebutuhan di luar daerah. Secara akumulasi, setiap tahun Kabupaten Sukabumi mengalami surplus beras rata-rata mencapai 250 ribu ton hingga 350 ribu ton.

"Kabupaten Sukabumi merupakan lumbung padi yang produksi per tahunnya selalu surplus," ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, Kamis (10/1).

Relatif melimpahnya produksi beras di Kabupaten Sukabumi membuat Dinas Pertanian setempat berencana ingin membuat festival hasil pertanian. Langkah itu merupakan upaya mengenalkan produksi sektor pertanian ke khalayak.

"Mudah-mudahan keinginan ini bisa direalisasikan," pungkas Sudrajat. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya