Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno wilayah DI Yogyakarta, Dharma Setiawan menyebut, hasil survei internal pada 23 Desember 2018, Prabowo-Sandiaga Uno masih kalah 6% dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dengan pemilih yang belum memutuskan memilih ada 5%.
"Prabowo Sandi unggul di wilayah perkotaan sekitar tiga persen, sedangkan di perdesaan kalah 16%," kata Anggota DPRD Provinsi DIY ini usai menerima Komunitas Masyarakat Santri (Komas) di Gedung DPRD DIY, Rabu (2/1) petang.
Tantangan bagi badan pemenangan Prabowo-Sandi di DIY, lanjut dia, adalah meningkatkan pemilih di daerah pedesaan. Caranya adalah kami sangat mengandalkan komunitas santri.
"Kalau kita mau menang, harus lawan Jokowi di daerah pedesaan," kata dia.
Baca juga: Emil: Masyarakat Rukun, Persatuan dan Kesatuan Bangsa Kokoh
Dharma menyabut komunitas masyarakat santri diharapkan dapat menutup kelemahan struktur caleg Partai koalisi di tingkat desa.
Sekretaris Jenderal Komas Pusat Baharuddin Harahap mengatakan, kalangan santri sangat berpotensi menjadi pemilih pasangan nomor urut 02. Komas yang merupakan wadah bagi para alumni pondok-pondok pesantren bersama masyarakat berjuang mencerdaskan bangsa dan mengupayakan kesejahteraan sosial bagi umat.
"Kami ingin melakukan sesuatu yang berarti, untuk mencoba mewakili para santri dengan mendukung pasangan Prabowo-Sandi," pungkas dia. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved