Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

2018, Angin Ribut Urutan Teratas Kejadian Bencana di Klaten

Djoko Sardjono
03/1/2019 10:35
2018, Angin Ribut Urutan Teratas Kejadian Bencana di Klaten
(ANTARA)

KEJADIAN angin ribut menempati urutan teratas kejadian bencana alam di Klaten, Jawa Tengah, pada 2018. Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan ini.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, menyebutkan sebanyak 95 kejadian angin ribut pada tahun bencana tersebut. Jumlah kejadian bencana itu naik dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat 77 kejadian.

"Potensi ancaman bencana angin ribut perlu diwaspadai. Terlebih, Klaten merupakan daerah rawan bencana tersebut," ujarnya pada acara doa bersama untuk korban bencana alam di Tanah Air, di BPBD Klaten, Rabu (2/1) malam.

Doa bersama dipimpin oleh Dosen IAIN Surakarta KH Kholilurrohman , serta dihadiri Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi, Asisten I Rony Roekmito, anggota Komisi I DPRD Klaten Heri Wibawa, komunitas relawan, dan Srikandi Sungai.

 

Baca juga: 33 Kecamatan di Sukabumi Terancam Tanah Longsor

 

Dalam acara doa tersebut, Bambang juga mengungkapkan selain angin ribut, kejadian bencana lainnya yaitu tanah longsor sebanyak 4 kejadian, banjir 11 kejadian, kecelakaan 3 kejadian, dan kekeringan (droping air) sebanyak 748 tangki.

"Adapun kerusakan akibat bencana alam di Klaten sepanjang 2018, total senilai Rp2,2 miliar. Memang, jumlah ini turun jika dibandingkan dengan dampak kerusakan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,8 miliar," paparnya.

Terkait dengan anggaran bencana 2019, BPBD Klaten menyiapkan dana Rp200 juta untuk penanganan daerah rawan kekeringan (droping air) dan dana siap pakai Rp500 juta. Selain itu, untuk belanja tak terduga (BTT) disiapkan sekitar Rp4 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Rony Roekmito meminta masyarakat Kabupaten Klaten dalam menyikapi potensi ancaman bencana tidak perlu panik. Hal penting yang perlu dilakukan, yaitu meningkatkan kewaspadaan guna pengurangan risiko bencana. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya