Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tsunami Sebabkan Nelayan Merugi Hingga Rp2 Miliar

Ferdian Ananda Majni
02/1/2019 18:30
Tsunami Sebabkan Nelayan Merugi Hingga Rp2 Miliar
(MI/Susanto)

TSUNAMI Selat Sunda yang terjadi di penghujung tahun lalu mengakibatkan puluhan kapal nelayan rusak. Mayoritas kapal nelayan yang rusak bersandar di Muara Sungai Cianak Teluk dan Sungai Cipunten. Ditaksir, kerugian mencapai Rp2 miliar.

"Kebanyakan kapal rusak dihantam tsunami yang bersandar karena talinya putus. Puluhan kapal yang selamat yang berada di lautan. Tingkat kerusakan beragam," kata salah seorang ketua pangayuban nelayan Desa Teluk Kecamatan Labuan, Pandeglang, Supian, Rabu (2/1).

Supian menambahkan ada 500 kapal nelayan dengan berbagai ukuran baik di bawah 5 GT dan 45 GT yang beroperasi di wilayah setempat. TPI Labuan berdekatan dengan Pasar Labuan Desa Teluk dan memiliki 16 kampung yang mayoritas warganya berprofesi nelayan.

"Sebagian warga Desa Teluk memiliki kapal dan berprofesi sebagai nelayan, biasanya yang kapalnya rusak akan menjadi ABK di kapal milik warga lainnya," sebutnya.

Salah satu nelayan, Saman, mengaku kapal miliknya yang hancur berharga di bawah Rp100 juta. Namun, kapal-kapal berukuran 45 GT memiliki nilai di atas 120 juta.

"Biaya rehabilitasi kapal mahal juga, kalau bagian yang rusak lebih dari 50%, mending bikin baru saja," jelasnya. "Kita belum tahu, tetapi sejauh ini belum ada bantuan pemerintah dengan kerusakan kapal kita ini," sambung Saman.

Dari pantauan Media Indonesia, puluhan kapal berbagai ukuran tertumpuk di tengah aliran sungai, sebagian juga mendarat di rumah-rumah warga yang berada di pinggir sungai Cianak Teluk dan Sungai Cipunten, beberapa lainnya telah kandas ke dasar sungai tersebut. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya