PENGURUS Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) memastikan akan melibatkan Kantor Akuntan Publik Ishak, Saleh, Soewondo & Rekan untuk melakukan audit keuangan terhadap pembiayaan kongres HMI ke-29 di Pekanbaru, Riau. Langkah ini menurut PB-HMI merupakan bukti nyata bahwa HMI menjunjung tinggi transparasi dan akuntabilitas publik.
"Kami yakin audit ini akan menciptakan budaya baru bagi organisasi kepemudaan, khususnya HMI yang bernafaskan Islam untuk membangun nilai integritas pada seluruh kadernya," kata kata Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid di sela-sela Kongres.
Selain itu lanjut Arief, audit ini dilakukan sebagai bukti untuk mempertanggungjawabkan bantuan pendanaan dari berbagai sumber, di mana salah stunya dari Pemprov Riau. Dan Kontrak kerjasama Audit keuangan ini telah ditandatangani Arief selaku Ketua Umum PB HMI pada 20 November 2015.
Sebagai organisasi pemuda terbesar yang akan mencetak calon pemimpin bangsa, HMI tidak ragu menjalani proses audit yang dilakukan oleh pihak independen dan kompeten untuk mengevaluasi bukti dan laporan keuangan kongres sesuai dengan kaidah manajemen keuangan.
"Audit ini akan menentukan dan melaporkan kesesuaian antara proses yang telah kami jalankan dengan laporan pembuktiannya.Ini tekad kami dan tanggung jawab kami meskipun sebagian besar dana yang dibutuhkan belum cair hingga saat ini," tutur kader HMI Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar tersebut.
Sebagaimana diketahui, dalam kongres ke-29 yang berlangsung sejak 22 November 2015 ini, HMI mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Riau sebesar Rp3 miliar.(RO/Q-2)