Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ribuan Desa di Jateng Rawan Banjir dan Longsor

Akhmad Safuan
19/11/2015 00:00
 Ribuan Desa di Jateng Rawan Banjir dan Longsor
( ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Baru sebulan dilakukan perbaikan, tanggul di Sungai Wulan di perbatasan Desa Pasir dan Desa Ngelo, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali merekah dan ambles sepanjang 150 meter, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng kembali petakan daerah rawan bencana di Jateng yakni  1.563 desa rawan longsor dan 1.776 desa rawan banjir.

Pemantauan Media Indonesia di pantura, Kamis (19/11), meskipun baru sebulan dilakukan pembetonan, tanggung Sungai Wulan yang berada di perbatasan Desa Pasir dan Desa Ngelo, Kecamatan Mijen, Demak kembali 
retak dan ambles sepanjang 150 meter dari 600 meter tanggul di kedua desa tersebut.

Amblesnya tanggul sedalam dua meter cukup mengkhawatirkan ribuan rumah dan ribuan hektare sawah yang berada di kedua desa tersebut, bahkan ancaman banjir bandang yang terjadi dua tahun lalu hingga dapat 
memutuskan alur Demak-Jepara akan terulang kembali.

"Tanggul kembali ambles dan merekah Rabu (18/11) petang. Kami khawatir banjir bandang kembali menerjang desa kami," kata  Penjabat Kepala Desa Ngelo Kulon Masiran.

Mengantisipasi kembalinya terjadi banjir bandang akibat jebolnya tanggul yang kritis ini, demikian Masiran, warga berupaya melakukan 
pengamanan dengan memasang trucuk bambu yang ditanam sedalam 6 meter sepanjang tanggul yang ambles tersebut, karena intensitas  hujan yang semakin tinggi mengkhawatirkan munculnya banjir akibat meningkatnya 
volume Sungai Wulan. 

"Saat jebol tanggul itu dua tahun lalu 16 tiang pancang ambruk, sehingga meminta instansi terkait segera melakukan perbaikan ulang," tambahnya.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng memasuki musim penghujan ini kembali memetakan daerah rawan bencana banjir dan longsor, di Jawa Tengah setidaknya terdapat 1.563 desa 
rawan longsor dan 1.776 desa rawan banjir, apalagi diprediksikan intensitas hujan semakin meningkat pada Desember mendatang.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Penanganan Darurat BPBD Jateng Purwito mengatakan  sebagian besar wilayah Pantura masuk dalam daerah yang terancam bencana banjir, terutama pada daerah yang dilalui Sungai Pemali Juwana:  Kudus, Demak dan Pati, wilayah yang dilalui Bengawan Solo: Klaten, Solo, Sragen, dan Sukoharjo, wilayah yang dilalui Sungai Citandui: Cilacap, Kebumen dan Purwerojo, serta wilayah dilalui Sungai Comal: Brebes, pekalongan, tegal dan Pemalang.

Selain bencana banjir, demikian Purwito, beberapa daerah di perbukitan dengan kemiringan cukup tinggi juga rawan longsor seperti Banjarnegara, Wonosobo, Pekalongan, Batang, Kudus, Semarang dan beberapa daerah lainnya. "Kita semua harus siap siaga, tidak hanya warga tetapi juga pemerintah dan aparat terkait," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, ujar Purwito, selain dipasang juga dilakukan pemasangan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di beberapa daerah rawan, bahkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng juga telah melakukan berbagai langkah seperti perbaikan tanggul dan normalisasi sungai. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya