Sejak tahun 2010, sebanyak lima penderita HIV/AIDS meninggal dunia di Kota Sabang. Satu diantaranya masih usia balita atau berumur empat tahun. Sedangkan empat korban meninggal lainnya berusia berkisar 30 tahun hingga 50 tahun.
Hal itu dikatakan Buchari, Supervisor HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Sabang, Rabu (18/11). Tapi tidak dijelaskan berapa jumlah korban HIV/AIDS di kota kepulauan paling terluar bagian barat Indonesia itu.
Dikatakan Buchari, sebagai kota wisata kepulauan paling favorite di Aceh, pihaknya harus mewaspadai penularan HIV/AIDS. Pasalnya daerah wisata bahari itu paling banyak dikunjungi wisatawan nasional dan turis luar negeri.
Karena itu mereka terus melakukan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat setempat. Lebih penting lagi bagi mereka yang sering berinteraktif dengan para turis.
Catatan Media Indonesia, kasus pengidap seperti fenomena gunung es di tengah samudera, yakni hanya sebagia kecil puncaknya yang tampa ke permukaan. Padahal lebih banyak yang tersembunyi atau tidak diketahui keberadaannya. (Q-1)