Memasuki musim tanam, kesulitan pupuk kembali mendera petani. Sebagian petani yang sudah menanam padi kini harus menerima kenyataan tidak dapat memupuk padi karena kelangkan pupuk urea maupun NPK. Pengecer Pupuk di Lembata mengaku dalam semester kedua tahun ini, ujar pihaknya baru menerima 30 ton Pupuk urea maupun NPK dari kuota 300 Ton tahun 2015.
Keluhan tersebut disampaikan Anis Bala Witin, petani sawah Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Selasa (17/11).
"Saat ini kami dijatah pupuk urea sebanyak 6 kg per KK, padahal untuk mengerjakan petakan sawah 50 x 50 Are saja butuh 10 kg pupuk urea, belum NPK. Selama musim tanam kami harus menghabiskan 50 kg pupuk urea. Kami sangat berharap bantuan pupuk sebab musim tanam kali ini kami diatur pemerintah dalam program UPSUS Swasembada pangan," ujar Bala Witin.
Hal senada disampaikan Lamber Tereng dan Dolu Keraf, petani setempat. Mereka mengeluhkan kelangkaan pupuk di Lembata yang tidak bisa diatasi, padahal musim tanam sudah tiba.
Sementara itu, Ege Rada, pengecer pupuk bersubsidi di Lembata menyebutkan pada semester kedua tahun 2015, baru 30 ton pupuk urea dan NPK dari total 300 ton kuota pupuk Lembata yang dikirim dari distributor pupuk di Kupang.
"Belum ada pupuk. Baru turun 30 ton tetpi sudh kami salurkan ke wilayah Kecamatan lain. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk untuk petani sawah Waikomo, saya diminta Dinas Pertanian untuk menurunkan 2 ton kepada petani sawah Waikomo. Saya berharap pihak pupuk Kaltim segera merealisasi distribusi pupuk sesuai kuota yang diberikan pemerinth," ujar Ege Rada.(Q-1)