Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Polres Cianjur Siapkan 12 Pospam dan 6 Pos Pelayanan Amankan Nataru

Benny Bastiandy
19/12/2018 10:55
Polres Cianjur Siapkan 12 Pospam dan 6 Pos Pelayanan Amankan Nataru
(MI/MOHAMAD IRFAN)

KEPOLISIAN Resor Cianjur, Jawa Barat, akan menyiapkan 12 pos pengamanan dan 6 pos pelayanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Polres Cianjur sendiri akan mengerahkan sebanyak 651 personel dalam pengamanan tersebut.

"Pengamanan melibatkan TNI serta OPD taktis dari Pemkab Cianjur dan organisasi lainnya. Jumlah total personel yang dikerahkan mencapai seribuan. Kami mengerahkan sebanyak 651 personel ditambah 395 personel gabungan dari TNI dan elemen lainnya," kata Kapolres Cianjur, AKB Soliyah, Rabu (19/12).

Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019 sudah dibahas dalam rapat koordinasi Operasi Lilin Lodaya 2018. Rakor digelar untuk menyamakan persepsi lintas sektoral.

"Pengamanan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat," terang dia.

Apel gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya 2018 rencananya akan digelar Kamis (20/12) di Lapang Prawatasari, Joglo. Ada beberapa potensi kerawanan yang menjadi fokus pengaman, di antaranya aksi teror, kejahatan jalanan, dan aksi curanmor, curas, dan curhat (C3).

"Personel akan kami sebar. Untuk spot-spot yang dinilai rawan akan kami lakukan penebalan pasukan," tandasnya.

Baca juga: Puncak Arus Libur Natal Diprediksi 21 Desember

Di tempat terpisah, sejumlah titik di wilayah hukum Polres Sukabumi diwaspadai rawan kemacetan saat liburan Natal dan Tahun Baru 2019 nanti. Selain mewaspadai titim rawan kemacetan, dalam rakor itu dibahas juga pengamanan gereja dan titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Sukabumi AKB Nasriadi mengatakan, titik-titik rawan kemacetan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 sudah dideteksi jajarannya. Seperti di wilayah jalur utara Sukabumi dan jalur selatan Sukabumi.

Di jalur utara Sukabumi titik yang diwaspadai berada di Kecamatan Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug. Di wilayah itu kerap menimbulkan kemacetan arus karena banyak terdapat pabrik dan keluar-masuk kendaraan besar pengangkut barang pabrik.

Kondisi serupa terjadi di jalur selatan Sukabumi menuju kawasan objek wisata seperti Pantai Citepus, Karanghawu, dan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.

"Jalur selatan Sukabumi lokasinya terpisah. Tujuan pengunjung pun pasti akan terbagi-bagi. Begitu pula kemacetan lalu lintas terpecah. Penanganan dan pengendalian kemacetan arus itu merupakan tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pengamanan nanti," kata Nasriadi.

Fokus utama pengamanan personel gabungan nanti, jelas dia, semua kegiatan di gereja-gereja harus berjalan khidmat, aman, dan lancar. Menurut dia, masalah keamanan di tempat peribadatan pas perayaan Natal merupakan tugas bersama.

"Karena kalau hanya tanggung jawab polisi saja, tentu tidak akan mampu. Kita optimalkan sumber daya aparat keamanan di institusi lainnya," tegasnya.

Asisten Daerah I Setda Kabupaten Sukabumi, Asep Abdul Wasith, mengatakan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019 merupakan komitmen bersama, termasuk ormas, OKP, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Mereka harus bersinergi dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan stabilitas di Kabupaten Sukabumi.

"Kesuksesan pengamanan Natal dan Tahun Baru pada 2017 di Kabupaten Sukabumi bisa kita jadikan referensi. Mudah-mudahan pengamanan petugas gabungan tahun ini bisa berjalan lancar hingga penutupan libur akhir tahun nanti," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik