Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pramuka Berpotensi Lahirkan seorang pemimpin

Nurul Fadillah
14/11/2015 00:00
Pramuka Berpotensi Lahirkan seorang pemimpin
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Seorang pemimpin tidak begitu saja lahir di negara ini. Butuh banyak proses untuk menjadikan manusia menjadi pemimpin yang layak dan bermartabat. Pramuka merupakan salah satu potensi dalam melahirkan seorang pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Karena pemimpin yang muncul dari gerakan pramuka adalah orang yang ikhlas dalam mengabdi, semoga banyak pemimpin yang lahir dari Pramuka," ujar Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault.

Hal tersebut diungkapkan Adhyaksa dalam perhelatan Kegiatan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Pramuka Nasional yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Nanga-nanga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Calon Gubernur DKI Jakarta itu membuka secara langsung Jumat (13/11/2015), kemarin.Dalam sambutannya, Adhyaksa mengatakan bahwa selama ini gerakan pramuka berlangsung cukup baik dalam hal komunikasi. Untuk itu, kata dia, kehadiran peserta di perkemahan ini merupakan bentuk pengabdian.

Adhyaksa menambahkan tidak menutup kemungkinan para adik-adik (peserta) yang berada di lokasi perkemahan itu dapat menjadi menteri atau gubernur yang lahir dari organisasi pramuka. "Saya yakin adik-adik yang berdiri akan ada yang muncul sebagai pemimpin bertanggung jawab, kalau mau jadi gubernur jangan jadi gubernur yang nggak-nggak, begitupun kalau mau jadi menteri," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga saat ini tengah melakukan pengusulan kepada Presiden agar pramuka dimasukkan dalam kurikulum.

"SMA dan SMP jangan hanya diberikan pakaian pramuka tetapi tidak diajarkan tentang dasa darma dan trisatya, itu kurikulum yang kita masukkan," jelasnya. Kegiatan Pramuka ini diikuti 34 provinsi dengan masing-masing daerah diikuti oleh 20-25 orang peserta. Kegiatan ini sebelumnya direncanakan akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, namun karena ada hal penting yang lebih mendesak sehingga JK batal membuka kegiatan tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya